
Karimin
Laworo, Inilahsultra.com – Pengaspalan jalan di Kabupaten Muna Barat (Mubar) menggunakan material ‘impor’. Semua itu dilakukan demi ketahanan pembangunan jalan di daerah yang dipimpin LM Rajiun Tumada itu.
Diketahui, material yang digunakan untuk pembangunan jalan berasal dari Palu Sulawesi Tengah. Bahkan, material itu telah dilakukan uji laboratorium dan diakui secara nasional karena masuk dalam kategori kelaa A.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Mubar Karimin mengatakan, ‘impor’ material dilakukan karena material yang ada di Mubar masuk kategori kelas B. Sementara demi ketahanan jalan harus menggunakan kelaa A.
“Untuk material kelas B, di Muna Barat banyak. Namun karena sifatnya meningkatkan kualitas jalan. Makanya kita gunakan material kelas A dari Palu,” katanya, Senin, 11 September 2017.
Meski begitu, lanjut Karimin, tidak semua ruas jalan yang ada di Mubar menggunakan material asal Palu. Semua disesuaikan dengan kondisi jalan.
Bila kondisinya sudah baik, maka akan menggunakan material kelas A. Namun bila badan jalan dianggap belum stabil, maka akan menggunakan material kelas B dan Aspal Buton.
“Kita tidak mau berkorban besar. Namun ternyata dasarnya belum bagus, tetap menggunakan aspal jenis RMA atau aspal Buton. Belum berani kita pakai hotmix,” paparnya.
Karimin menjelaskan, material kelas A asal Palu disamping kualitasnya sudah teruji di laboratorium juga diakui secara nasional. Dari sisi harga juga lebih murah dari pada menggunakan material asal Moramo Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) yang sudah memenuhi material kelas A.
“Setelah kita bandingkan harga. Kita lebih menag di Palu. Dan yang ambil material dari Palu ini, bukan hanya Muna Barat saja. Namun hampir semua Indonesia wilayah bagian Timur ambil di Palu juga untuk memenuhi kebutuhan mereka,” tutupnya.
Reporter: Alin
Editor: Herianto




