
Salah satu wanita yang diamankan karena menggunakan Somadril.
Kendari, Inilahsultra.com – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari tiba-tiba didatangi puluhan korban yang prilakunya seperti menderita sejak Selasa lalu. Berprilaku zombi karena dampak mengkonsumsi obat somadril (mumbul).
Dari puluhan orang yang dirawat, ada seorang perempuan masih belia, TS (inisal).
Perempuan berusia 18 tahun ini dikurung di balik jeruji oleh pihak rumah sakit karena dinilai berbahaya, kadang mengamuk dan memberontak. Selain itu, dia memiliki prilaku yang tidak menentu alias linglung.
Saat diajak bincang-bincang, TS mengaku baru saja mengkonsumsi obat penenang.
“Saya baru satu kali ji,” ungkapnya di balik jeruji RSJ Kendari, Kamis, 14 September 2017.
TS menambahkan, dirinya tinggal di Jalan Gersamata Kelurahan Lepolepo Kecamatan Baruga Kota Kendari.
“Saya tinggal bersama nenekku,” katanya.
Dari segi penampilan, TS berpenampilan cukup rapi. Selain berambut pirang kuning, TS juga memiliki dua tato bintang di betisnya.
“Saya tato sama temanku di kota,” ujarnya.
Di balik jeruji, TS memperlihatkan prilaku kebingungan. Makanan yang disiapkan petugas tak dilahapnya. Satu bungkus mi siram dibiarkan tergeletak begitu saja. Sama halnya makanan yang ditempatkan di taperware, dibiarkan tertutup.
TS merupakan salah satu korban yang dibawa oleh aparat kepolisian di RSJ Kendari.
“Tadi malam dibawa sama polisi di sini,” ungkap salah seorang pegawai RSJ Kendari.
Sementara itu, Arianto Halim yang mengaku keluarga TS mengaku, TS ditangkap oleh polisi semalam karena diduga sementara menikmati mumbul dengan beberapa kawannya.
“Tadi malam itu ditangkap karena pada saat mereka transaksi, ada banpol di situ. Pada saat itu, mereka mendapatkan mumbul gratis,” paparnya.
TS sempat digelandang di Polsek Baruga, Polres Kendari, lalu dirawat di Rumah Sakit Bahteramas dan terakhir dikurung di jeruji RSJ Kendari.
Dia juga menyebut bahwa TS memiliki orang tua namun telah berpisah.
“Keluarga broken home. Mama dan bapaknya cerai. Sekarang dia tinggal sama bapak dan mama tirinya,” katanya.
Masih pengakuan Arianto, TS baru saja lulus sekolah menengah atas (SMA) dan kerja di salah satu tempat karaoke di Kota Kendari.
“Dia kerja di Bromo Karaoke,” jelasnya.
Peliput: La Ode Pandi Sartiman




