
Konfrensi pers digelar BPOM, Dinkes Sultra, BNN, dan Kepolisian.
Kendari, Inilahsultra.com – Data total korban pengguna pil PCC beredar di publik masih simpang siur. Baik pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ) yang paling banyak menampung pasien ‘sakit mental’ akibat PCC, belum ada akumulasi secara akurat korban pil berbahaya itu.
Dalam konferensi pers bersama BPOM Pusat, Jumat, 15 September 2017, Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara akhirnya mengklarifikasi keseluruhan korban pil tak layak edar tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Sultra, Asrum Tombili mengatakan, hingga Jumat 15 September 2017 pukul 17.30 WITA, total korban Pil PCC mencapai 76 orang. Jumlah ini mencakup korban yang di rawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kota Kendari, Rumah Sakit Bahteramas, Rumah Sakit Kota Kendari, Rumah Sakit Bhayangkari dan Rumah Sakit Korem.
“Ini jumlah yang kita laporkan ke kementrian pusat. 76 orang. Itu di semua rumah sakit yang menangani. Baik yang masih dirawat maupun yang sudah dinyatakan sehat dan bisa pulang,” jelas Asrum.
Pasien termuda adalah bocah laki-laki yang masih berumur 9 tahun. Sementara tertua merupakan ibu rumah tangga berusia 35 tahun. Sebagian besar korban merupakan remaja. Mereka berada di kisaran usia 12 sampai 20 tahun.
Asrum melanjutkan, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kota Kendari menjadi tempat terbanyak menampung pasien korban Pil PCC. Jumlah total pasien yang dirawat disini sejak empat hari lalu hingga sekarang mencapai 57 orang.
Sementara, update terbaru khusus Jumat 15 September 2017, jumlah pasien yang masih dalam perawatan intensif di RSJ sisa 12 orang. Ada 4 pasien lain menyebar di beberapa rumah sakit di Kota Kendari.
Dinas Kesehatan merasa perlu meluruskan data korban Pil PCC agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi yang berkembang di publik. Apalagi kasus Pil PCC ini telah menjadi sorotan nasional.
Adanya perbedaan data ini sendiri diakui Asrum sangat wajar. Pasalnya, rilis media mengacu pada rumah sakit berbeda dimana korban PCC dirawat. Disamping itu, setiap hari, bahkan setiap jam sejak kasus itu booming, rumah sakit terus kebanjiran pasien.
Data korban terus berubah seiring banyak pasien yang dinyatakan pulih dan sudah tidak membutuhkan perawatan medis.
“Selasa sejak korban pertama muncul, ada empat pasien yang datangi Bhayangkara, di RSJ lagi hari Rabu ada 12 orang. Di Abunawas juga ada. Terus di Rumah Sakit Bahteramas. Semua bertambah terus. Data bervariasi karena ada juga yang sudah dibolehkan pulang,” terang Asrum.
Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan (BPOM) Pusat, Hendri Siswadi menekankan agar data Dinkes menjadi rujukan utama pengambilan data korban PCC. Seluruh rumah sakit dan RSJ di harapkan mengupdate suluruh data pasien penyalagunaan Pil PCC dan meneruskan data itu ke Dinas Kesehatan Sultra.
“Satu data saja dari Dinkes. Ini jadikan rujukan,” ujar Hendri.
Sementara itu, khusus korban meninggal akibat pemakaian Pil PCC sebanyak 3 orang. Satu korban yang masih berumur bocah meregang nyawa di rumah sakit pada Selasa lalu. Sementara dua lainya, karena efek fly PCC, mereka tak sadar menceburkan diri ke Teluk Kendari. Mayat keduanya ditemukan mengambang di pinggiran Teluk Kendari.
Reporter: Alin
Editor: Din




