
Anggota DPRD Kota Kendari Umar Bonte (kanan) saat bertemu dengan pejabat Kementerian Kerja Raya Malaysia, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)
Kendari, Inilahsultra.com – Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, kembali santer namanya setelah pernah heboh gegara kasus seksi yang melibatkan petinggi baru di daerah itu.
Kali ini, kota berjuluk Kota Bertakwa tersebut kembali tenar akibat ulah puluhan remaja yang serentak sakit mental setelah mengonsumsi secara berlebihan obat PCC.
Salah seorang Anggota DPRD Kota Kendari, Umar Bonte, yang saat masih berada di Malaysia merasa kaget dan terpukul mendengar kabar dan membaca berita di media sosial tentang kasus obat PCC itu.
Menurut Umar Bonte, kasus yang merusak mental generasi muda Kendari tersebut menjadi tamparan keras bagi pemerintah dan pihak-pihak yang selama ini super aktif melakukan penyuluhan dan sosialisasi bahaya narkoba.
“Saya sebagai anggota Komisi II yang membidangi masalah itu merasa terpukul karena mestinya ini tanggung jawab komisi kami dalam membangun kerja sama dengan mitra terkait bagaimana mencegah peredaran obat-obat berbahaya,” kata Umar Bonte kepada jurnalis inilahsultra.com, melalui telepon genggam, Kamis 14 September 2017.
Kata dia, pemerintah Kota Kendari benar-benar kecolongan dengan adanya kejadian luar biasa ini. Karena itu, politikus PDIP ini meminta maaf kepada masyarakat Kota Kendari atas kelalaian tersebut.
Ia berjanji, sepulang dari Malaysia, DPRD Kota Kendari khususnya Komisi II akan memanggil pihak-pihak terkait untuk duduk bersama mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
“Kita tidak perlu salahkan siapa-siapa atas kasus ini. Karena menanggulangi bahaya dan memerangi peredaran narkoba merupakan tanggung jawab bersama; pemerintah, penegak hukum, BNN, tokoh agama, tokoh masyarakat, termasuk orang tua di rumah.”
Menurut Umar, berhubung kejadian ini sangat serius dan luar biasa maka dibutuhkan upaya serius untuk menyikapinya.
“Insya Allah sepulang dari sini, saya akan undang pihak terkait untuk membahas masalah itu. Kita juga akan mendorong kepolisian untuk mengungkap kasus ini sampai ke akar-akarnya. Tidak bisa berhenti sampai di sini karena saya yakin ada aktor besar di balik semua ini. Dan itu harus dikejar,” tegasnya.
Sekadar diketahui, Umar Bonte kapasitasnya sebagai Ketua DPD KNPI Sultra saat ini berada di Malaysia dalam rangka menghadiri undangan kegiatan kepemudaan yang diselenggarakan atas kerja sama pemerintah Malaysia dan Indonesia.
Kegiatan itu dikemas dalam bentuk Majelis Makan Malam dan Konser Kebudayaan Dua Serumpun Indonesia – Malaysia di Dewan Tun Husein Onn PWTC Kuala Lumpur, Malaysia.
“Kebetulan kami diundang oleh Perkumpulan Masyarakat Indonesia di Malaysia. Yang diundang adalah saya sebagai Ketua DPD KNPI Sultra serta dua orang dari DPP KNPI Pusat,” tutupnya.
Penulis: Jumaddin Arif




