
Baubau, Inilahsultra.com – Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau beberapa waktu lalu dibenarkan Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam.
Menurut Daniel, hasil pengembangan penyidik Polres Baubau, telah ditemukan unsur tindak pidana Pungutan Liar (Pungli) dalam OTT itu.
OTT yang dipimpin langsung Ketua Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli, Wakapolres Baubau, Kompol Febri Isman Jaya itu berhasil menemukan barang bukti berupa uang senilai Rp 10 juta dan telepon genggam oknum yang terlibat.
“Itu bukan informasi simpang-siur, tapi memang terjadi OTT. Barang buktinya uang, kemudian Handphone,” ungkap Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam, di ruang kerjanya, Selasa, 24 Oktober 2017.
Orang nomor satu di Polres Baubau itu menuturkan, kini penyidik tengah mendalami uang dugaan Pungli yang dilakukan oknum pejabat Dikbud Baubau itu berkaitan dengan apa. Bahkan, handphone milik pejabat Dikbud itu di kloning dan ditarik percakapannya.
“Beberapa percakapan SMS dalam handphone itu lagi kita telusuri mana yang masuk kepada barang bukti. Karena yang paling kena itu kan kalau dalam Saber Pungli yaitu adanya permintaan dari pejabat negara kepada seseorang berkaitan dengan wewenang tugasnya,” tuturnya.
Meski belum ada tersangka dalam OTT dugaan Pungli itu, pria dua melati di pundaknya ini menjelaskan, sudah ada oknum pejabat Dikbud yang terindikasi terlibat dan dikenakan wajib lapor.
“Insya Allah mengarah ke salah satu pegawai Dinas Pendidikan. Saat ini masih lidik dan untuk inisialnya nanti kita sampaikan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kadis Dikbud Kota Baubau, Drs H Masri membantah telah terjadi OTT dikantornya.
“Itu tidak benar, tidak ada OTT. Polisi hanya sebatas mencurigai,” tuturnya ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 11 Oktober 2017 lalu.
Kata dia, banyak orang lalu lalang dengan membawa berkas sehingga kemungkinan membuat polisi curiga yang dibawa tersebut merupakan uang.
“Padahal, orang yang berdatangan tersebut ingin mengurus berkas-berkas karena Dinas Pendidikan ini merupakan SKPD dengan jumlah anggota terbanyak,” ujarnya.
Masri mengaku kaget ketika melihat beberapa anggota Polisi berada dikantornya. Padahal, orang lalu lalang karena menghadapi HUT Kota Baubau.
“Saya kaget juga kemarin, kok ada Polisi disini (kantor). Kemarin banyak orang karena bertepatan juga dengan lomba vokal grup,” akunya.
Atas kejadian tersebut, lanjut Masri, kedepan pihaknya akan lebih selektif lagi jika ada seseorang yang datang berkunjung di kantornya agar tidak terjadi lagi hal-hal yang membuat banyak pihak menjadi curiga.
“Termasuk memperjelas identitas dan asalnya dari mana. Kejadian kemarin merupakan suatu pembelajaran,” tandasnya.
Reporter: Muhammad Yasir
Editor: Din




