Sebelum Gantung Diri, Agus Tinggalkan Sepucuk Surat Buat Anak dan Istrinya

Sepucut surat yang ditinggalkan Agus Rianto buat anak dan istrinya

Kendari, Inilahsultra.com – Sebelum memutuskan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon jambu, Agus Rianto (27) terlebih dahulu menulis surat yang ditujukan kepada anak dan istrinya.

Surat yang ditinggalkan korban itu ditulis dalam bahasa daerah.

Bila diartikan dalam Bahasa Indonesia berbunyi, “Oma saya mohon maaf kasian karena sering menyakiti perasaannya kita. Saya menulis surat ini karena saya tidak sanggup lagi dengan kehidupan ini.

-Advertisement-

Lebih baik saya ambil keputusan begini dari pada saya menyimpan sakit hati. Hanya ada satu permintaanku, tolong jaga anak-anakku. Mungkin lebih baik saya begini. Tolong mohon ampun dari ujung kaki sampai ujung rambutnya kita,” tulis korban.

Diberitakan sebelumnya, Agus Rianto yang merupakan warga Desa Aoma Kecamatan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan ditemukan menggelantung di atas pohon jambu di sekitar rumahnya, Rabu 22 November 2017 sekira pukul 17.30 Wita.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan ini, diduga melakukan bunuh diri karena frustasi setelah bertengkar dengan istri dan dituduh oleh ibu kandunganya sebagai pencuri.

Korban ditemukan pertamakali oleh warga bernama Anton yang sementara mencari ayam.

Kapolsek Wolasi IPTU Julak Sulohor mengaku, korban ini terbilang tertutup bila ada masalah. Setiap keributan yang terjadi di internal keluarga, dipendam sendiri.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari istrinya Nursiah (25), sebelum bunuh diri, korban sempat bertengkar dengan ibu kandungnya.

Dia marah karena dituduh mencuri handphone milik omnya. Dari pertengkaran itu, keluar kata-kata dari ibunya bahwa dia dianggap bukan lagi bagian dari keluarga.

“Dia sempat marah dan mau membakar rumah,” ungkap Kapolsek melalui telepon selulernya, Kamis 23 November 2017.

Usai marah-marah di rumah orang tuanya, korban kembali ke rumahnya sekira pukul 14.00 Wita. Dia meminta izin kepada anak dan istrinya akan pergi ke belakang rumah dengan membawa tali ayunan anak ketiganya yang baru berusia 2 bulan.

Sebelum pergi, dia juga sempat mencium anak dan istrinya dan menitip pesan kepada anak sulungnya yang berusia tiga tahun agar menjaga adik-adiknya.

“Istrinya juga tidak curiga kalau suaminya mau bunuh diri. Dia pergi antara pukul 15.00 sampai 16.00 Wita,” ujarnya.

Karena suaminya cukup lama pergi, Nursiah memerintahkan anak sulungnya untuk mencari bapaknya. Dia pun turut mencari korban.

“Dia ditemukan sudah meninggal dunia karena bunuh diri,” jelas Kapolsek.

Menurut dia, tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban. Kuat dugaan, Agus meninggal setelah gantung diri. Polisi telah memintai keterangan beberapa saksi dan keluarga korban.

Reporter : La Ode Pandi Sartiman
Editor      : Aso

 

Facebook Comments