Masjid Al Alam Sudah “Telan” Uang Daerah Rp 240 Miliar

1258

Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Provinsi Sultra, Pahri Yamsul

Kendari, Inilahsultra.com – Masjid Al Alam atau dikenal masjid di tengah Teluk Kendari telah menelan uang daerah kurang lebih Rp 240 miliar.

- Advertisement -

Dana ratusan miliar itu murni menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sultra sejak 2010 hingga 2017.

Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang, Pahri Yamsul mengaku pembangunan masjid ini dimulai pada 2010 lalu. Hingga 2017, sudah Rp 240 miliar yang dihabiskan.

“Ini sudah dibangun selama tujuh tahun,” ungkap Pahri, Kamis 30 November 2017.

Anggaran yang cukup besar ini di luar dari rencana semula. Pada saat itu, Nur Alam mengatakan kepada DPRD Sultra bahwa untuk membangun masjid tersebut, hanya butuh Rp 10 miliar.

Anggaran ini hanya sebatas stimulan untuk memancing adanya investor yang bisa melanjutkan pembangunan masjid mirip nama Gubernur Sultra nonaktif itu.

Namun, bagi Pahri, anggaran itu sudah terlanjur dan dia merupakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (sebelum pisah jadi Cipta Karya) ke empat yang menangani masjid ini.

“Sebelumnya kan dimulai dari bawah. Saya yang keempat (menjabat kadis PU),” ujarnya.

Selama menjabat sejak awal tahun ini, Pahri mengaku telah mengelola dana Rp 94 miliar untuk digelontorkan membangun masjid tersebut.

“Anggaran itu pada 2017,” bebernya.

Kini, masjid tersebut telah tuntas dibangun. Tersisa ornamen dan pengadaan elektrikalnya yang perlu diselesaikan.

Ia menilai, masjid yang dibangun ini bisa menjadi ikon dan lokasi wisata religi di Sultra.

“Insya-Allah akan digunakan untuk lebaran nanti. Kapasitasnya 10 ribu setara denga MTQ,” tuturnya.

Alokasi dana terhadap masjid Al Alam ini kontras dengan aspirasi masyarakat di Sultra. Beberapa masjid kondisinya terbengkalai.

Baca Juga :  Sidang Permohonan PHP di MK, HYF-Ahmad Libatkan Advokat Selevel Otto Hasibuan

Anggota DPRD Sultra Ruslimin Mahdi mengaku setuju bila pembangunan masjid ini untuk kepentingan umat. Hanya saja, masih ada masjid lain yang tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Beberapa kali menggelar reses, kata politikus Golkar ini, masyarakat selalu meminta bantuan hibah renovasi masjid. Hanya saja, pemprov tidak pernah menyetujui itu.

“Setiap reses pertanyakan masalah masjid mereka. Kita juga malu di hadapan masyarakat ditanyakan terus,” jelasnya.

Suatu waktu, kata Ruslimin, dirinya pernah menghadap gubernur terkait usulannya itu. Gubernur juga sudah menyetujui.

“Sudah di-ACC oleh Gubernur tapi belakangan tidak disetujui oleh Kepala BPKAD. Ini ada apa? Masyarakat butuh bantuan seperti itu tidak diberikan, padahal sudah di-ACC gubernur. Siapa sebenarnya penyelenggara pemerintahan ini,” jelasnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Editor : Aso

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here