
Pasarwajo, Inilahsultra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton kini tak bisa lagi hanya mengandalkan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Pemkab Buton harus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk membiayai pembangunan.
Kepala Bapedda Buton Ahmad Mulia mengatakan, saat ini keuangan daerah 90 persen dari pusat berasal dari DAU dan DAK.
“Khusus DAK tidak bisa diganggu, jika untuk dana kesehatan maka peruntukannya untuk kesehatan saja. Kalau untuk pendidikan maka peruntukannya untuk pendidikan, tidak bisa dialihkan,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan, untuk memenuhi segala kekurangan daerah maka perlu menigkatkan PAD karena PAD saat ini masih minim.
Disamping itu, lanjut dia, untuk mengatasi keterbatasan anggaran pembangunan maka perlu dibuat skala prioritas pembangunan. Sehingga pembangunan bisa berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Mana yang paling prioritas untuk dibiayai dan dibangun dan salah satu cara untuk pemenuhan kebutuhan hanya dengan tingkatkan PAD,” urainya.
Kata dia, banyak kebutuhan daerah yang perlu dibiayai. Namun tidak bisa diatasi seluruhnya sehingga perlu dilakukan secara bertahap.
Reporter: Nia
Editor: Din





