
Sakit-sakitan dan memprihatinkan, itulah kondisi Nenek Saleha sebelum mendapat bantuan. Rumah kumuh dan hanya satu ruangan, disitulah dia menghabiskan hari-harinya. Kini, bantuan mengucur dari berbagai arah. Seperti apa ekspresi Nenek Saleha ketika melihat rumah barunya ?
Laporan: Waode Yeni Wahdania
Hanya senyum tipis dan ucap syukur terlihat dari bibir Nenek Saleha (70) ketika menempati rumah barunya, Senin 15 Januari 2018. Diapun tak banyak bicara ketika Kapolres Buton AKBP Andi Herman menyerahkan rumah itu.
Nenek Saleha adalah warga Desa Siontapina Kecamatan Lasalimu Selatan Kabupaten Buton yang hidup sebatangkara. Tak ada anak dan keluarga lainnya yang menemani diusianya yang semakin tua.
Saat memasuki rumah barunya, sekitar pukul 11.00 Wita, wajahnya hanya menebar senyuman sambil melihat setiap ruangan.
Dia merasa sangat jauh berbeda dengan rumah yang ditempati sebelumnya. Biasanya hanya ada satu ruang saja. Disitulah Nenek Saleha masak dan tidur.
Kerap kali, dia harus tidur dan terbangun tengah malam karena Anjing masuk di dalam rumahnya akibat pintu rumah berlubang. Namun kini semua tinggal kenangan. Bangunan kumuh itu kini telah disulap menjadi bangunan semipermanen.
“Dulu papan pintu rumah saya lobang, anjing sering saja masuk nak. Saya bilang kapan bisa punya uang buat beli papan,” katanya kepada wartawan.
Karena tak punya uang, Nenek Saleha hanya bisa menutup lubang pintu dengan kardus bekas jualan tetangga. Tak jarang, tetangga bertanya kardus itu dibuat apa.
“Mereka nanya untuk apa, saya jawab untuk melapis makanan ayam dan anjing agar tidak rebutan makan. Padahal sebenarnya untuk tutup lobang di pintu,” kisahnya.

Makanya, kenangan saat menempati rumah kumuh ukuran kecil itu masih membekas. Diapun tak bicara banyak hanya menyampaikan terima kasih ketika menempati rumah baru berukuran 4×6 meter itu.
Dia juga tak lupa menyampaikan rasa syukur karena di rumah itu sudah ada kasur dan selimut. Sehingga tak akan kedinginan lagi ketika malam tiba.
Wanita berusia 70 tahun itu juga tak lagi harus merasa kesepian. Di dalam rumah kini sudah dilengkapi televisi, bahan makanan, dapur dan wc. Semua sudah tertata rapi.
Salah seorang warga Sadarlin mengatakan, tergerak hatinya membantu Nenek Saleha karena melihat kondisinya yang sangat memprihatinkan. Kondisinya yang sakit-sakitan dan hidup sebatangkara membuatnya harus bergerak membantu meringankan beban Nenek Saleha.
“Sebagai sesama manusia kita juga merasakan apa yang dialami Nenek Saleha. Berangkat dari rasa itu makanya kita membantu dengan menggalang dana,” katanya.
Hanya beberapa hari menyampaikan hal itu, dibantu rekan-rekannya di Pasarwajo akhirnya dikumpulkan uang untuk membantu Nenek Saleha.
Hal yang sama juga dikatakan Orin dari Komunitas Kambuse yang selama ini ikut membantu Nenek Saleha. Menurutnya, bantuan yang diberikan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.
“Kita bantu namun tidak semuanya dan Polres Buton yang melengkapinya. Kami salut dengan kepemimpinan Kapolres (AKBP Andi Herman) saat ini,” katanya.
Dia menyampaikan rasa terima kasih kepada Kapolres Buton AKBP Andi Herman yang ikut membantu meringankan beban Nenek Saleha. (***)




