
Bupati Muna Barat LM Rajiun Tumada saat menghadiri salah satu acara di Kendari.
Kendari, Inilahsultra.com – Bila kepala daerah lainnya masih membisu soal perlawanan terhadap money politic, Bupati Muna Barat LM Rajiun Tumada secara gamblang menyatakan akan melawan praktik itu.
Meski baru saja menjadi bupati di daerah yang seumur jagung, Rajiun sudah ingin menjadi pembeda dibandingkan kepala daerah yang lain. Yah, melawan money politic.
Perlawanan Rajiun terhadap politik uang, telah dilaluinya dalam kontestasi Pilkada Muna Barat 2016 lalu. Saat itu, dia bertarung melawan pasangan LM Ikhsan-La Nika yang konon memiliki banyak “amunisi” untuk serangan fajar.
Dengan bermodalkan ubi goreng dan Saraba (minuman hangat khas lokal), Rajiun membangkitkan semangat tim dan masyarakat untuk menghalau praktik yang mencederai tatanan demokrasi itu.
Bagi Rajiun, money politic semacam praktik menggadaikan suara rakyat. Suara masyarakat diukur dengan Rp 20 ribu tidak sebanding dengan penderitaan selama lima hingga 10 tahun kemudian.
Untuk itu, terhadap praktik ini, dia akan berada garda terdepan, memimpin rakyatnya untuk “menangkap” pelaku money politic di Pilgub Sultra 2018 mendatang.
Lantas, apakah sikap Rajiun ini cenderung politis? Atau ini bentuk perlawanannya terhadap kandidat tertentu? Berikut kutipan wawancara khusus Rajiun Tumada dengan reporter Inilahsultra.com.
Apa yang melatarbelakangi anda menyatakan akan melawan praktik money politic?
Sebagai kepala daerah yang baru saja berperang melawan money politic, tentu saya harus pertahankan. Sikap itu harus saya bawa sampai di Pilgub Sultra 2018.
Apakah ini sebagai bentuk sentimen kepada salah satu kandidat?
Saya tidak sentimen kepada siapa pun. Saya adalah kader Partai Amanat Nasional (PAN). Saya adalah kepala daerah yang sejak awal melawan praktik ini. Jadi, saya ingin tanamkan dan menjaga kepercayaan publik itu. Melawan money politic, bukan hanya berlaku saat saya maju Pilkada, tapi saya juga akan lakukan sampai kemudian nanti.
Apakah sikap ini ditujukan kepada satu calon?
Saya menujukan kepada semua kandidat. Silakan semua menyampaikan pandangan dan janjinya ke masyarakat Muna Barat, tapi jangan main money politic.
Seperti apa anda akan melawan money politic di Pilgub Sultra?
Saya dan bersama masyarakat saya akan bersama-sama untuk melawan praktik money politic. Menurut saya, money politic ini tidak bagus dalam perjalanan demokrasi kita.
Anda sebagai Bupati dan sekaligus sebagai Ketua PAN, seperti apa menjalankan sikap yang berbeda?
Kapasitas saya sebagai bupati seluruh ASN saya ingatkan untuk tidak berpihak kepada paslon tertentu. Untuk menjaga kendali di masyarakat Mubar, saya ingin mereka menyalurkan hak suaranya secara demokratis, tidak terpengaruh karena uang. Saya tidak ingin ada konflik karena prilaku paslon dengan menggunakan manuver money politic. Jadi, saya menolak segala bentuk money politic dari semua calon.
Anda adalah kader PAN, apakah anda akan memenangkan pasangan yang diusung oleh partai (Asrun-Hugua)?
Dari sisi politis, saya ketua PAN otomatis saya harus ikuti petunjuk DPP PAN. Ini perintah, dan perintah ini akan dilakukan bila mana ada koordinasi atau membuat strategi bersama.
Maksudnya, belum ada koordinasi calon dengan anda?
Sampai saat ini belum ada koordinasi. Saya belum dipanggil untuk duduk bersama. Sampai detik ini belum dipanggil.
Apakah kalau tidak dipanggil, anda tidak akan mendukung?
Dari sisi partai, saya akan ajak seluruh kader di Muna Barat mari kita dukung yang diusung PAN.
Selain kader PAN, masyarakat akan diajak?
Saya tentu akan bekerja untuk memenangkan yang akan diusung oleh partai saya dengan segala cara. Tapi, saya tidak akan mengerahkan pegawai saya. Jadi, harus dibedakan jabatan bupati dan ketua PAN. Kalau masyarakat, saya persilakan untuk memilih sesuai hati nuraninya.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




