Tangis Haru di Expose 10 Tahun NUSA

581
Kapala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Sultra, Ilah Ladamay menyerahkan foto spesial momen intim Nur Alam bersama Saleh Lasata pada Expose 10 Tahun Nur Alam-Saleh Lasata (NUSA).

Suasana sedih dan haru menyelimuti pusat penyelenggaraan Expose 10 Tahun Pemerintahan Nur Alam-Saleh Lasata (NUSA) di Clarion Hotel, Selasa 13 Februari 2018. Bagaimana tidak, harusnya  detik akhir episode kepemimpinan NUSA, Nur Alam lah yang bisa tampil di atas mimbar mengucap salam perpisahan.

Nur Alam hanya bisa mengirim ucapan selamat tinggal dari balik jeruji KPK. Video ucapan perpisahan dan permintaan maaf Nur Alam sempat diputar singkat. Cuplikan video ini menambah aura kesedihan momen terakhir duet harmonis itu.

- Advertisement -

Di Expose 10 Tahun NUSA, hanya ada sang istri, Tina Nur Alam. Ia berdiri di sisi kanan Plt Gubernur  Gubernur Sultra, Brigjen Purn HM Saleh Lasata. Saleh didampingi istri Hj Itoh Toharia Saleh Lasata. Mereka bertiga didaulat tampil di atas panggung Expo Sultra menyampaikan sambutan perpisahan.

Tak banyak kata disampaikan mantan Bupati Muna itu. Hampir Satu dasawarsa memimpin roda pemerintahan di Sultra, Saleh menyadari banyak kesalahan dan khilaf mewarnai perjalanan ia bersama Nur Alam. Sambil terbata-bata, ia mengutarakan permintaan maaf.

Tinggal menghitung hari, periode kepemimpinan NUSA berakhir. Tepatnya, 19 Februari sudah ada Pj Gubernur Sultra ditunjuk Mendagri melanjutkan estafet pemerintahan di Bumi Anoa.

“Kami secara resmi Insya Allah tanggal 18 Februari akhir masa jabatan kami. Tanggal 19 Februari sudah ada pelantikan. Semoga yang kami lakukan selama 10 tahun diberkahi Allah SWT. Wabillahi Taufik Walhidayah Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,” tutup Saleh.

Tina Nur Alam, Saleh Lasata dan Istri Berpelukan Ucap Selamat Tinggal

Tina Nur Alam spontan memeluk Saleh Lasata.

Usai mengucap salam perpisahan, Tina Nur Alam spontan memeluk Saleh Lasata. Ia tak kuasa menahan tangis. Air matanya tumpah. Suasana makin haru saat Saleh Lasata, Tina Nur Alam dan Itoh Toharia Saleh Lasata berpelukan erat. Ketiganya larut dalam kesedihan mendalam.

Baca Juga :  HUT Sultra ke-54 dan Kontribusi DPRD Sultra Tanpa Batas

Wajar, harusnya ada sosok Nur Alam melengkapi momen expose terakhir NUSA. Namun, Gubernur Sultra Non Aktif tersebut justru terjerat musibah jelang purnabakti.

Hanya beberapa menit ketiganya berdiri di atas panggung. Setelah turun mimbar, Tina Nur Alam, Saleh Lasata dan istri menyalami seluruh peserta Expose NUSA.  Mereka terdiri dari kepala daerah, pejabat dan pegawai lingkup Pemprov mengular menanti kesempatan berpamitan langsung dengan tiga orang tokoh Sultra itu.

Tina Nur Alam : Jangan Lupakan Kami

Raut wajah sedih Tina Nur Alam saat momen salam-salaman.

Tina Nur Alam tak henti mengucap permintaan maaf saat momen salam-salaman tersebut.  Ia beberapa kali menyeka air mata yang menetes di pipinya.

“Maafkan kami kalau ada salah.  Jangan lupakan kami ya,” ujar Tina Nur Alam dengan  raut wajah sedih.

Lauching Brand Lokal Beras Anoa Sultra

Launching Brand organik bermerk Beras Anoa Sultra

Expose 10 Tahun NUSA merupakan momen terakhir  dua pemimpin Sultra itu memamerkan karya pembangunan. Termasuk janji politik yang dikoarkan bagi kesehateraan masyarakat Sultra.

Baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Semua ditampilkan dalam slide singkat di arena Expose NUSA.

Masjid Al Alam adalah salah satu karya monumental warisan NUSA kebanggaan Nur Alam yang diresmikan Senin 12 Februari. Menyusul Jembatan Bahteramas yang kini tengah dalam proses pembangunan. Semua dipamerkan secara singkat.

Masjid Al-Alam Kendari

Selain memaparkan karya spektakuler NUSA, momen expose menjadi ajang  promosi produk beras lokal.  Brand organik itu bermerk Beras Anoa Sultra.

Beras ini adalah produk lokal hasil kerjasama Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra bersama Perum Bulog. (Adv/Siti Marlina/Aso)

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here