
Adriatma Dwi Putra
Kendari, Inilahsultra.com – Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sultra Adriatma Dwi Putra (ADP) memberikan waktu 2×24 jam kepada LM Rajiun Tumada untuk mundur sebagai Ketua DPD PAN Muna Barat.
Ditemui di Kantor Wali Kota Kendari, Rabu 21 Februari 2018, ADP mengaku, sudah lama menunggu statemen Rajiun soal sikapnya pada dukungan Pilgub Sultra 2018.
“Ini sudah lama saya tunggu-tunggu sebenarnya,” ungkap ADP.
Menurut dia, ada dugaan bahwa Rajiun tak mendukung pasangan Asrun-Hugua di Pilgub Sultra 2018.
Banyak fakta dan laporan yang masuk atas sikap Bupati Muna Barat itu.
“Banyak fakta dan tidak perlu saya sebutkan satu persatu. Sudah lama kami bicarakan ini,” tekannya.
ADP menyebut dirinya berkapasitas untuk melakukan supervisi terhadap pengurus DPD PAN Kabupaten atau kota.
Jika Rajiun tersinggung dengan pernyataannya bahwa ada kader PAN yang tidak loyal dan akan dipecat, maka sudah bisa dipastikan bahwa yang bersangkutan tidak loyal ke partai.
“Saya ngomong tidak asal ngomong. Saya bicara pasti ada dasarnya dan berdasarkan fakta lapangan dan intuisi politik saya. Bedakan saya berpartai 10 tahun dan dia baru dua tahun,” tekannya.
ADP menyebut Rajiun bersikap lucu terkait dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai.
Sebab, selama memimpin PAN Mubar dalam dua tahun, tak ada kontribusi besar yang dilakukan oleh Rajiun. Terlebih lagi, selama menjalankan roda partai, Rajiu dianggap sesuai aturan partai.
“Rapat internal PAN di Mubar tidak pernah dia lakukan. Yang ada dimanipulasi mekanisme rapat, yang daftar hadir hanya satu orang. Paham apa soal organisasi dia,” ungkapnya.
Selama ini juga, lanjut ADP, Rajiun terkesan mau menghabisi kader yang membesarkan PAN di Mubar. Misal, Rahmawati Badala, La Ode Koso, dan Zahrir Baitul.
“Memang itu berdasarkan usulan dia kepada kami, pak Koso saja dia diganti dari Ketua DPRD Mubar. Padahal dia yang berdarah darah selama ini bangun PAN di sana. Dia usulkan pemecatan mereka berdasarkan filingnya saja,” jelasnya.
Untuk itu, sebelum Rajiun menghabisi seluruh kader senior PAN yang di Mubar, Rajiun lebih dulu akan diganti.
“Sebelum dihabisi semua dia aja yang kita ganti,” tegasnya.
“Saya sarankan kepada Rajiun bedakan metode pendekatan Satpol PP terhadap pengurus dan anggota partai. Ini anggota partai sudah susah bangun partai enak-enaknya mau pecat semua,” tambahnya.
Dia meminta agar Rajiun secara gentel menyampaikan secara tegas sikapnya, apakah bertahan di PAN lalu tak mendukung Asrun-Hugua atau dipecat.
“Saya tunggu 2×24 jam untuk mundur. Kalau tidak, maka kita akan pecat,” pungkasnya.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




