Korban Gizi Buruk di Baruga Kota Kendari Ternyata Pernah Divonis Meninggal Dunia

314
Hasrulah saat digendong ibunya.

Kendari, Inilahsultra.com – Korban Penderita Gizi Buruk Hasrulah berusia 5 tahun 9 bulan, ternyata pernah divonis meninggal dunia oleh keluargannya. Kejadian itu dialami anak pasangan Rusman-Naiman pada umur 4 tahun lebih.

Hal ini disampaikan langsung oleh ibu Hasrulah, Naiman kepada sejumlah awak media, di kediamannya Jalan Kapt Piere Tendean No 109, Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat, 18 Mei 2018.

- Advertisement -

Ia menceritakan, penyakit anaknya itu semua berawal pada usia 5 bulan, diawali dengan kejang-kejang selama empat hari. Kemudian pernah dimasukan di Rumah Sakit dengan penyakit panas tinggi.

Setelah mendapat perawatan yang baik dan panasnya sudah membaik maka diputuskan untuk keluar dari rumah sakit, belum lama kemudian penyakitnya kambuh lagi. Berbagai macam upaya pengobatan selama 1 tahun terus dilakukan, namun belum ada hasil yang membaik pada waktu itu.

Namun berbagai cara yang dilakukan tidak ada hasil bahkan kondisinya makin memprihatikan. Disitulah semua kumpul, mulai dari pamannya, tantenya dan sepupu-pupunya dan keluarga lainnya.

“Kami sudah kumpul semua dan melihat kondisi badannya sudah mengalami kelainan ternyata sudah meninggal. Bahkan pada waktu itu meninggal selama 20 menit, kita sudah ganti semua pakaian semua di badannya,” ungkap ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini .

“Tapi perasaan saya sangat kuat bahwa anak saya belum meninggal. Disitu saya berdoa dan bilang Ya Allah kalau memang ambil titipanMu saya ikhlas, tapi kalau memang mau panjangkan umurnya Ya Allah hanya satu permintaan saya yaitu berikan dia keajaiban dengan satu kelebihan dari pada orang lain, jadikan dia sebagai penghafal Alquran,” tutur Naiman.

“Kemudian entah saya bermimpi atau tidak pada waktu itu, saya melihat ada sinar cahaya mengenai anak saya kemudian dia buka matanya dan menatap saya. Saya langsung bilang Allahu Akbar anak saya dipanjangkan umurnya sama Allaw SWT. Antara sadar dan tidak, pada waktu itu dari mana datangnya cahaya saya tidak tau mungkin itu balasan dari doa saya,” terang dia.

Baca Juga :  Miris, RSU Butur Tutup Pelayanan IGD

Setelah hidup kembali, sambung dia ternyata anaknya suka mendengarkan lantunan musik ayat-ayat Alquran seperti Al-Kahfi, Al-Wakiya, Al-Rahman, Al-Muluk dan surat Yasin. Kalau tidak mendengar lantunan ayat-ayat Alquran, ia sangat gelisah sekali ketika tidur bahkan tidak bisa tidur.

“Dengan mendengar ayat-ayat Alquran itu ia bisa tidur nyeyak dan nyaman. Maka dari itu kami siapkan memang satu memori isinya khusus ayat-ayat Alquran,” tutupnya.

Reporter : Haerun

Editor      : Aso

 

 

Silahkan berikan komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here