Tulis Ucapan Perpisahan di KPU Sultra, Hidayatullah Menitikan Air Mata

Hidayatullah

Kendari, Inilahsultra.com – Masa jabatan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra Hidayatullah berakhir besok, Rabu 23 Mei 2018. KPU RI pun sudah mengumumkan lima besar KPU Sultra periode 2018-2023.

Di ujung masa jabatannya di KPU, Hidayatullah pamitan. Hal ini disampaikannya di group WhatsApp KPU Sultra.

-Advertisement-

“Terima kasih pimpinan kami ketua dan anggota KPU RI, dan selamat kepada rekan-rekan kebanggaan kami semua (KPU Provinsi Terpilih Periode 2018-2023). Lanjutkan amanah dan selamat mengemban amanah baru bagi komisioner yang baru, tantangan pemilihan serentak 2018 dan Pemilu 2019 begitu berat dan lebih menantang. Kami yang purnabakti ini akan senantiasa membantu-mendukung setiap saat dibutuhkan dengan sepenuh raga dan jiwa kami,” ungkap Hidayatullah, Selasa 22 Mei 2018.

Menurutnya, semangat KPU Melayani dan Rakyat Berdaulat-Negara Kuat akan selalu terpatri dalam sanubarinya walau di medan pengabdian yang lain.

“Izinkan saya mengungkapkan isi hati sebelum meninggalkan group terhormat ini dan amat saya cintai dalam lima tahun lebih,” katanya.

Ia menyebut, bagian terberat dari sebuah perjalanan adalah perpisahan dan keharusan untuk meninggalkan medan tugas yang belum rampung untuk kepentingan yang lebih besar.

“Dan saya yakin ini semua terhubung dengan takdir. Kami melepaskan genggaman untuk sebuah kesempatan baru untuk generasi kami yang baru. Perpisahan bukan berarti berhenti untuk menyatukan dan karena kami ikhlas dan akan selalu siap membantu dan mendukung demi kebajikan dan kemaslahatan,” paparnya.

Perasaan, lanjut dia, memang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, perasaan hanya bisa diungkapkan dari hati ke hati.

“Jujur saya menitikan air mata kesedihan dalam mengetik kata per-kata ungkapan ini” menjelang menunggu sahur akan tiba. Dan akhirnya mengajarkan saya akan keikhlasan melepaskan dan menerima keagungan yang baru, generasi kami yang baru yang tetap harus kami jaga seperti kami yang berakhir melepas dengan indah tanpa cela etik dan hukum,” katanya.

“Kita semua tidak pernah lupakan kenangan manis dan kerja-kerja luar biasa dari pemilu ke pemilu yang selama ini kita kerjakan dan inovasi yang kita ciptakan. Walaupun sekarang ini kita berpisah tapi kenangan dan ciptaan yang luar biasa itu menjadikan saya dan kawan-kawan akan selalu siap, kuat, dan terpimpin. Ini adalah perpisahan karena kebaikan dan kebersamaan yang indah akan menuntun kepada pertemuan yang lebih baik nanti kelak. Perpisahan mengajarkan kita untuk menghargai bahwa setiap detik kebersamaan adalah anugerah yang tidak boleh disia-siakan. Setiap dekapan tulus dan jabat erat tangan yang kuat menjadi saksi atas jalinan erat yang selama ini kita simpul seerat-eratnya,” tambahnya.

Terakhir, ia menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan KPU RI apabila selama ini memiliki kesalahan dalam penyelenggaraan pemilu.

“Kepada pimpinan kami Pa Ketua (Pak Arief Budiman) dan Anggota KPU RI (Ibu Evi, Pak Ilham, Pak Hasyim, Pak Viryan, Pak Wahyu, Pak Pram) izinkan saya melakukan penghormatan dan permohonan maaf sebesar-besarnya apabila selama ini sering membuat pusing dan galau baik lewat surat maupun lisan dan tulisan kami, permintaan petunjuk yang membuat pusing lewat sms dan WA dengan aneka masalah dan aneka permintaan petunjuk yang sesungguhnya sebahagian jawabannya sudah ada di kepala kami, namun kami belum yakin sebelum itu datang dari jawaban para pimpinan yang bisa membuat kami tenang dan tentram.

Dan waktupun terus berjalan. Izinkan saya Keluar dari Group ini untuk ke Generasi yang baru dan mohon doa agar kami bisa menata langkah kedepan yang lebih baik.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments