Dekan FISIP UHO : Biaya Pengesahan Ijasah, Kebijakan dari Zaman ke Zaman

La Tarifu (Foto Scranshot WhatsApp)

Kendari, Inilahsultra.com – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) La Tarifu memberikan klarifikasi soal pemberitaan Inilahsultra.com adanya dugaan pungutan liar (pungli) pengesahan dan legalisir ijasah-transkrip nilai di fakultas tersebut.

Menurut La Tarifu, biaya yang dibebankan tersebut merupakan hal yang biasa saja karena sudah terjadi sejak lama dari tahun ke tahun bahkan dari zaman ke zaman.

Sebab, dirinya belum lama menduduki kursi nomor satu di FISIP dan belum sempat menata pelayanan dengan baik.

“Saya baru tiga minggu jadi Dekan FISIP. Saat ini belum sempat menata pelayanan dan saya hanya melanjutkan kebijakan yang lama,” kata La Tarifu, melalui telpon selulernya, Senin 30 Juli 2018.

Biaya administrasi pengesahan ijazah dan transkip nilai, kata Tarifu, bukanlah pungutan liar seperti yang dibayangkan, tapi sebagai sumbangan alumni bagi institusi.

“Kalau ini dapat memberatkan masyarakat atau alumni bisa saja kita tiadakan administrasi tersebut,” katanya.

“Bagi saya, pengesahan ijazah tidak terlalu penting, dan saat ini lebih mengurus perpindahan mahasiswa,” tambahnya

Mantan Wakil Dekan III FISIP ini menyebut, pembayaran administrasi legalisir ijazah dan transkip nilai terus diberlakukan dan sering dikeluhkam para alumni.

“Saya belum memikirkan menghentikan biaya administrasi Rp 1.500 perlembar karena tidak memiliki standar operasional prosedur (SOP) dan aturan tertulis dari universitas, tapi saya akan usahakan membuat SOP akan diberlakukan atau tidak kepada alumni ke depan,” ujarnya.

Sebelumnya, alumni mahasiswa FISIP UHO yang akan melegalisir ijazah dan transkip nilai sebanyak 10 lembar dimintai administrasi Rp 25.000, dimana harga ini dihitung dari Rp 1.500 perlembar foto kopi-an.

Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Leave a Response