Pilcaleg 2019 Dapil Sultra : Pertarungan Para “Gajah”

1850
 

Kendari, Inilahsultra.com – Tahapan Pemilihan Calon Legislatif (Pilcaleg) 2019 terus bergulir. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan daftar calon sementara (DCS) yang siap berebut kursi DPRD kabupaten atau kota, provinsi dan DPR RI.

Khusus Pilcaleg DPR RI, sejumlah tokoh besar di Sultra tercatat namanya dalam DCS.

- Advertisement -

Mereka akan bersaing memperebutkan enam kursi yang disiapkan. Tentu, persaingan ini akan seru mengingat yang maju bukan orang sembarangan. Kesemuanya merupakan tokoh dan memiliki basis masing-masing.

Ada yang mantan Wakil Gubernur, ada mantan kepala daerah dua periode, ada pula politikus yang baru panas-panasnya bertarung di Pilgub Sultra. Tentu, calon inkumben DPR RI patut sangat diperhitungkan.

Pertarungan di dapil Sultra ini, diibaratkan oleh politikus PKS, Yaudu Salam Ajo, sebagai pertarungan para gajah. Tapi bukan berarti, semut tak menggigit dengan soliditasnya.

“Ini pertarungan para gajah. Banyak tokoh politik dan mantan kepala daerah yang bakal maju,” ungkap Yaudu Salam Ajo saat bincang-bincang dengan Inilahsultra.com, Rabu 15 Agustus 2018.

Inilahsultra.com mencoba mengulas para “gajah” yang akan tarung di Pilcaleg 2019.

Dari 16 peserta pemilu, setidaknya ada sembilan partai yang memiliki tokoh besar yang ditopang kebesaran nama partainya.

Adalah Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, NasDem, PKS, PPP, PAN, Demokrat, dan PBB.

Di Gerindra misalnya. Ada inkumben Haerul Saleh dan mantan Bupati Konawe Selatan dua periode Imran.

Sebelum mengamankan satu kursi di DPR RI l, ia sempat tampil di Pilgub Sultra 2013 mendampingi Ridwan Bae.

Basis masanya di Pilgub Sultra sebelumnya, menjadi salah satu faktor utama mengantarkannya ke senayan.

Imran tentu memiliki peluang besar. Ia punya basis besar di daratan Sultra. Pernah menjabat Bupati Konsel dua periode dengan klan politik yang tersebar di Bumi Konawe.

Di PDI Perjuangan, ada Hugua yang punya kans melenggang ke senayan. Meski pada akhirnya kalah di Pilgub Sultra, mesinnya masih panas-panasnya.

Di tubuh partai banteng ini juga ada Nirna Lachmudin. Istri Ishak Ismail (Anak Lorong) ini memiliki basis jelas. Terlebih dia adalah mantan anggota DPRD Sultra.

Di PDI juga ada nama Erwin Usman, aktivis kawakan yang pernah duduk sebagai komisaris BUMN era Joko Widodo.

Selanjutnya Golkar. Partai berlambang beringin ini tidak pernah alpa mendudukan kadernya di DPR RI.

Di Golkar ada Ridwan Bae yang juga inkumben. Sebagai petahana terlebih mantan Bupati Muna dua periode tentu ia masih memiliki basis.

Kekuatan Ridwan ditopang oleh lima bacaleg lainnya yang tak kalah kuatnya. Misal, Amin Ngabalin (adik Ali Mochtar Ngabalin) Abdul Rahman Farizi dan Leni Andriani yang juga putri Bupati Konsel, Surunuddin Dangga.

Di NasDem, ada Tina Nur Alam. Istri Nur Alam ini baru saja keluar dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan memilih bergabung dengan NasDem.

Tina juga merupakan mantan anggota DPR RI dapil Sultra yang memperoleh suara terbanyak secara individu pilcaleg 2014 lalu.

Selanjutnya PKS. Di sini ada tiga kadernya yang berpotensi menyumbang suara terbanyak. Adalah mantan Calon Wakil Bupati Muna, La Pili, Syamsuriati yang juga istri mantan Wakil Wali Kota Kendari, Musadar Mappasomba dan anggota DPRD Sultra Yaudu Salam Ajo.

Di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga memiliki “gaja”. Adalah mantan Calon Wakil Gubernur yang juga mantan Bupati Buton dua periode LM Sjafei Kahar, pengusaha sekaligus politikus Habil Marati serta mantan Calon Bupati Bombana Kasra Jaru Munara.

Kemudian di PAN, ada salah satu politikus kawakan yang didorong maju DPR RI. Yakni, Arbab Paproeka. Mantan anggota DPR RI dapil Sultra ini kembali didorong PAN untuk maju.

Kemudian, ada mantan Rektor Universitas Negeri Jakarta Prof. Dr. H. Djaali yang bisa memberikan suara bagi PAN.

Partai Demokrat juga tidak bisa diragukan kekuatannya. Partai ini hampir tak absen mendudukan kadernya di senayan.

Di partai berlambang mercy ini ada inkumben DPR RI Umar Arsal. Dia sudah dua periode di senayan dan tentu kapasitas basis tidak diragukan.

Di Demokrat juga ada Rusda Mahmud. Ia juga merupakan salah satu “gajah” yang akan bertarung di DPR RI.

Mantan Calon Gubernur Sultra dan mantan Bupati Kolaka Utara dua periode ini mendapatkan nomor urut dua.

Partai terakhir yang juga patut diperhitungkan adalah PBB. Meski hanya tiga orang yang didorong maju DPR RI, partai besutan Yusril Ihza Mahendra ini tak bisa dipandang sebelah mata.

Sebab, yang diusung maju DPR RI adalah mantan Wakil Gubernur Sultra dua periode HM Saleh Lasata. Tentu, Saleh juga memiliki basis di Bumi Anoa.

Yang akan turut berkontribusi besar perolehan suara PBB adalah Muliati Saiman. Ia adalah mantan anggota DPD RI yang pada pilcaleg 2014 lalu memperoleh suara terbanyak di Dapil Sultra.

Selain itu, Muliati juga merupakan mantan Calon Bupati Konawe yang belum lama selesai kontestasinya.

Tentu, perebutan panggung di senayan akan membuat para “gajah” ini saling bersaing, terlebih jatah kursi yang disiapkan hanya 6.

Dengan jumlah “gajah” melebihi kuota tersebut, dipastikan nanti, akan ada “gajah” yang tumbang dan ada “gajah” yang menang.

 

Berikut daftar Bacaleg DPR RI dapil Sultra

1. PKB

1. Bele Abeto Zaidin, S E
2. Anwar Zani, SP
3. Nasripa
4. Muh. Parawansa
5. Jaelani, S.IP., M.Si
6. Rosmin

2. Gerindra
1. Haerul Saleh, S.H
2. Drs. H. Imran, M.Si
3. Astutin, S.Kep
4. Bahtra
5. H. Muhammad Adios, S.Sos
6. Nurhaja, S.H

3. PDI Perjuangan

1. Ir. Hugua
2. Muhammad Oheo Sinapoy
3. Hj. Nirna Lachmuddin, S.Pd
4. Ir. Fajar Bos Salmon Lase
5. Maria Magdalena Blegur
6. TM. Erwin Usman, S.H

4. Golkar
1 Ir. Ridwan Bae
2. Amin Ngabalin
3. Yuliana, S.E
4. Abdul Rahman Farisi, S.E
5. Farid Bakri, S.Psi
6. Leni Andriani, B.bus., M.com

5. NasDem

1. Malkan Amin
2. Tina Nur Alam
3. Drs. A.R Allorante
4. Drs. H. Mudhar
5. Boby Alimudin, S.E
6. Ratu Sadjar

6. Garuda

1. Ir. Muhammad Arif
2. Samsia, S.E

7. Berkarya
Tak Punya Calon

8. PKS

1. Laode Muhammad Rahmat Zaadi
2. H. La Pili, S.Pd
3. Hj. Syamsuriati
4. Yaudu Salam Ajo, S.Pi
5. Hj. Nesty Zuniart, S.I.K
6. Ade Setiawan, S.H., M.EC.DEV

9. Perindo

1. Jaffray Bittikaka
2. Juslan Tayef, BE., S.Si
3. Hanna Marina Nasution
4. Enos Barry Pangarian
5. Fandi, S.IP
6. Risda Novianty Syamsul, S.MB

10. PPP

1. Ir. H LM. Sjafei Kahar, M.Si
2. Drs. Habil Marati
3. Astuti, S.Psi
4. Kasra Jaru Munara
5. Firda Nur Indasari

11. PSI
1. Silverius Oscar Unggul, S.P
2. Ir. Andrias Hans, S.Th
3. Saniati Poka
4. La Djadi Siharis
5. Ucillia Ayuni Mussakir
6. Nasaruddin Sahaba, S.E

12. PAN

1. Fachry Pahlevi Konggoasa, S.E
2. Arbab Paproeka, S.H
3. Wa Ode Nur Zainab, S.H
4. AL Qadri Arief, S.H
5. Jaorana Amiruddin, S.P
6. Prof. Dr. H. Djaali

13. Hanura
1. Rudi Juniawab
2. Muhannad Fadel Christopol
3. Listyorini, S.E

14. Demokrat

1. Drs. H. Umar Arsal
2. Rusda Mahmud
3. Ir. Lusia Rosa Parabak
4. Wa Ode Zainab Z. T.
5. Sulmin Tenggo
6. Ichwan Ruslan

19. PBB

1. Dr. Yurisman Star, S.E M.SI
2. Moch Saleh Lasata
3. Muliati Saiman

20. PKPI
Tidak Ada Calon

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...