Bangun Tugu Pemanis di Jantung Kota Buteng

Bupati Buteng Samahuddin memerintahkan pelebaran jalan poros Gu-Sangia Wambulu, Senin 6 Agustus 2018.

Labungkari, Inilahsultra.com – Pembangunan Kabupaten Buton Tengah (Buteng) di bawah komando Bupati dan Wakil Bupati Buton Tengah (Buteng), H. Samahuddin-La Ntau terus digenjot. Pembangunan infrastruktur di Daerah Otonom Baru (DOB) itu menjadi pondasi utama.

Fokus pembangunan dilakukan di jantung ibu kota Kabupaten Buteng, Labungkari. Area tersebut akan menjadi wajah daerah yang dikenal memiliki seribu gua ini.

“Disini saya sudah gambarkan dan mulai melakukan berbagai macam persiapan dengan membangun jalan poros Mawasangka, Raha, Lombe, poros perkantoran dan poros Wamengkoli. Di tengah akan kita bangun tugu Labungkari,” kata H. Samahuddin saat memantau lahan pembangunan tugu Labungkari, Senin 3 September 2018 lalu.

-Advertisement-

Tugu tersebut rencananya akan dibuat diatas lahan seluas 70 meter persegi. Luas lahan ini sudah termasuk badan jalan.

Mengenai lahan pembangunan, orang nomor satu di Buteng ini mengaku sudah siap. Ia menargetkan pembangunan tugu ini akan rampung akhir 2018 melalui APBD Perubahan 2018.

“Kalau lahan saya kira Kades Matawine dan Camat Gu sudah memastikan itu. Makanya kenapa saya turun secara langsung untuk memantau karena saya ingin pastikan sendiri supaya kita tidak ragu-ragu mengucurkan anggaran pembangunan,” katanya.

Ditanya apakah desain tugu Labungkari akan disisipkan kekhasan daerah, H. Samahuddin belum bisa memastikan. Jelasnya, kata dia, desain itu akan didudukkan bersama dengan meminta pandangan semua pihak melalui jalur sayembara. (adv)

Bicara dari Hati ke Hati

Bupati Buteng Samahuddin saat menyalami warga usai menyerahkan lahannya digunakan untuk pembangunan jalan.

Labungkari, Inilahsultra.com – Bupati Buton Tengah (Buteng), H. Samahuddin dalam membangun daerahnya memang patut diacungi jempol. Tengah hari, Senin 3 September 2018, orang nomor satu di Buteng ini rela berpanas-panasan memantau langsung pembangunan infrastruktur jalan.

Samahuddin bahkan rela berjalan kaki menapaki jalan berdebu untuk meyakinkan pemilik lahan. Ia berkomunikasi langsung sebagai bentuk penghargaan kepada pemilik lahan agar bersedia membebaskan tanahnya.

“Saya turun langsung ke lapangan ini untuk menggenjot progres pembangunan jalan ini supaya lebih cepat. Alhamdulillah hari ini sudah tidak ada kendala,” kata H. Samahuddin usai memantau pembangunan jalan poros Labungkari-Mawasangka, Senin 3 September 2018.

Sebelumnya, kata dia, pembangunan jalan ini sedikit terhambat karena terbentur masalah lahan. Makanya dengan kunjungan dan komunikasi secara langsung, pemilik lahan secara ikhlas dapat menerima niat baik pemerintah untuk membangun daerah.

Pembangunan jalan ini terus digenjot untuk meningkatkan aktifitas ekonomi masyarakat dan memberikan kenyamanan kepada pengendara. Selain itu untuk mengurangi kecelakaan.

“Alhamdulillah, dengan kedatangan saya, pemilik lahan telah menyatakan keikhlasannya. Bahkan pemilik lahan ini mempersilahkan pemda untuk menggunakan lahannya berapapun yang dibutuhkan yang penting untuk kepentingan bersama. Ini patut kota syukuri,” katanya.

Sumber anggaran pembangunan jalan poros ini menggunakan APBN. Nilainya mencapai Rp 4,4 miliar.

“Saya tidak tahu persis berapa panjang lintasan jalan yang akan kita buat ini. Tapi pastinya lebarnya 10 meter dengan komposisi bahu jalan masing-masing kanan dan kiri satu meter dan pengaspalannya 8 meter,” tandasnya.

Salah satu pemilik lahan, Haliki mengaku ikhlas memberikan lahannya untuk pembangunan jalan poros ini. Ia pun mengaku siap jika pemerintah daerah membuka jalan lainnya.

“Untuk saya pribadi rela yang penting untuk kepentingan umum. Kalau untuk kepentingan pribadi tidak ada gunanya itu,” katanya.

Kerelaan Haliki bukan tanpa dasar. Ia mengaku dengan adanya pembangunan jalan yang memadai maka ekonomi masyarakat akan tumbuh pesat.

“Khan tujuan dari pembangunan ini adalah bagaimana meningkatkan ekonomi masyarakat. Apalagi dengan dibukanya jalan maka pengembangan wilayah juga akan semakin mudah diakses,” tukasnya. (adv)

Cegah Korupsi, Tolak Negosiasi

Bupati Buteng Samahuddin saat menerima piagam penghargaan WTP dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sultra, di pelataran Kantor Wali Kota Baubau, Rabu 17 Oktober 2018.

Labungkari, Inilahsultra.com – Bupati Buton Tengah (Buteng), Samahuddin memastikan pembangunan di daerah yang dipimpinnya jauh dari masalah. Makanya, bupati pertama di daerah pemekaran Buton ini, sangat teliti terhadap program pembangunan yang menggunakan uang rakyat.

Perencanaan penting disiapkan sejak awal sebagai bentuk pencegahan korupsi. Program siluman dipastikan tak akan disetujui.

“Jadi inti dari pencegahan korupsi itu adalah perencanaan, ini sangat penting. Jangan ada anggaran baru, kita lakukan perencanaan tapi harus disiapkan sejak awal. Kenapa saya katakan seperti itu, karena ini penyampaian langsung dari pencegahan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) supaya anggaran itu terarah,” tegasnya saat meninjau sejumlah pembangunan infrastruktur beberapa waktu lalu.

Ia mengaku, banyak mendapat masukan setelah berbincang dengan Koordinator Korsupga KPK Wilayah Sultra, Hery Nurudin saat berkunjung ke Buteng beberapa waktu lalu.

Diskusi berlangsung selama hampir dua jam. Banyak hal yang dikonsultasikan karena Buteng merupakan daerah baru.

“Masukan dari KPK sangat penting agar seluruh pemangku jabatan di Buteng terhindar dari praktek korupsi itu,” tambahnya.

Ia mengaku bersyukur karena banyak masukan yang diterima dari perbincangan itu. Utamanya bagi diri pribadinya yang notabene berasal dari unsur wiraswasta.

Samahuddin juga membahas masalah infrastruktur jalan yang dibangun saat ini.

“Pada intinya, perencanaan, makanya pada 2019 ini sebelum membahas anggaran maka perencanaan harus masuk supaya kita tahu program masing-masing SKPD. Tidak ada lagi istilah gelondongan sekarang. Saya tidak akan menyetujui anggaran gelondongan jika tidak jelas perencanaannya,” tandasnya. (adv)

Facebook Comments