Pesta Adat Mataano Santa, La Bakry Ajak Warga Deklarasikan Kampung Bebas Miras

Bupati Buton La Bakry disambut atraksi Mangaru saat menghadiri pesta adat Mataano Santa, Sabtu 8 September 2018.

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Bupati Buton La Bakry menghadiri pesta adat Mataano Santa Kelurahan Kombeli Kecamatan Pasarwajo, Sabtu 8 September 2018. Dia meminta agar Kelurahan Kombeli, Awainulu dan Laburunci mendeklarasikan kampungan bebas Miras.

“Kita harapkan Kabupaten Buton ini bebas Miras. Saya menunggu laporan dari tokoh adat Kombeli, Laburunci dan Awainulu agar mendeklarasikan kampung bebas Miras,” ujar La Bakry.

Kata dia, Desa Wabula, Dongkala dan Kondowa sudah mendeklarasikan diri sebagai kampung bebas Miras. Hasilnya, laporan gangguan keamanan akibat Miras nihil.

-Advertisement-

Keamanan, lanjut La Bakry, akan berimbas terhadap angka kunjungan wisatawan di Buton. Sehingga bisa meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

“Saat Festival Budaya Tua Buton yang lalu, kapal yacht banyak yang singgah. Sekali singgal minimal 400 dollar dapat dikeluarkan satu kapal. Tentu ini akan berdampak pada pendapatan warga,” jelasnya.

“Kondisi ini (keamanan) jadi modal untuk membangun bangsa dan daerah. Saya meminta bahwa kelurahan bebas Miras dengan sanksi yang tegas. Dulu angka kriminalitas tinggi sekarang nihil,” tuturnya.

Ketua Panitia Pesta Adat Mataano Santa Koptu La Dinama menjelaskan, pesta adat Mataano Santa merupakan salah satu dari dua pesta adat yang dilaksakan masyarakat tiap tahunnya. Pesta adat itu menandakan tradisi etnis Ciacia Laporo masih terpelihara dengan baik.

“Tradisi ini dilaksanakan sejak Kesultanan Buton memberikan kewenangan untuk mengelola sendiri kesultanan dan saat ini ke 56 kalinya diselenggarakan,” jelasnya.

Pesta adat ini, kata dia, tradisi budaya warisan leluhur Kelurahan Kombeli sejak ratusan tahun silam. Pesta adat ini diselenggarakan sebelum musim tanam sebagai wahana bermusyawarah sekaligus memohon kepada sang pencipta alam memberikan rahmat dan rezeki.

“Terima kasih kepada panitia dan sanak saudara yang jauh-jauh berada di tanah perantauan datang di pesta adat ini,” katanya.

Reporter: Waode Yeni Wahdania

Facebook Comments