
Kendari, Inilahsultra.com – Pekerja penyapu jalan di Kota Kendari mengeluhkan beban kerja yang ditambah namun tak diikuti dengan kenaikan honor.
ML (inisial), salah seorang pekerja penyapu jalan di Kota Kendari mengaku, jam kerja mereka telah ditambah dua kali, pagi dan sore.
Tapi, beban tambahan itu tak diikuti dengan kenaikan honor.
“Sekarang dalam sehari kita bekerja dua kali membersihkan ruas-ruas jalan di Kota Kendari, mulai subuh sampai jam 10 pagi dan ditambah jam 3 sore sampai selesai,” ungkap salah seorang pekerja penyapu jalan ML, Rabu 18 September 2018.
Awalnya, beber dia, mereka hanya bekrja satu kali dalam sehari, pagi hari.
“Sebenarnya, kita tidak permasalahkan jam kami ditambah menjadi dua kali dalam sehari, tapi harus juga diimbangi dengan upah honor kami,” jelasnya.
“Kami bekerja dua kali dalam sehari, tapi honor kami tidak dinaikan,” tambahnya.
Saat ini, sebut dia, upah honor yang didapatkan sebesar Rp 700.000 per bulan.
“Padahal kami setiap personil berkewajiban menyapu jalan sepanjang 1 kilometer, sebenarnya bagi kami pekerjaan ini cukup berat tapi kita mau apa lagi, hanya ini pekerjaan yang bisa kami dilakukan,” bebernya.
Untuk itu, dirinya bersama rekan-rekannya mengharapkan perhatian Pemerintah Kota Kendari untuk menaikan upah honor per bulan bagi penyapu jalan.
“Kami harap ada tambahan upah honor yang layak dari Pemkot Kendari, paling tidak gaji yang diperoleh penyapu jalan bisa sesuai dengan kinerja di lapangan,” harapnya.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, untuk tambahan waktu atau jam kerja bagi para pekerja penyapu jalan itu harus diberlakukan secara adil untuk kesejahteraan.
“Kita akan berlakukan mereka dengan adil, kalaupun ada penambahan kerja pasti ada kompensasi dari hal lain,” kata Sulkarnain Kadir saat ditemui di Kantor Wali Kota Kendari.
Untuk itu, ia mengintruksikan kepada dinas terkait dalam hal ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memperhatikan kesejahteraan para petugas kebersihan.
“Saya sudah bilang kemarin akan disesuaikan dengan beban kerjanya dengan honor yang mereka dapatkan,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas (PLT) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari Paminuddin mengatakan, waktu kerja penyapu jalan dua kali dalam sehari.
“Memang mereka dari dulu bekerja pagi dan sore,” katanya.
Terkait tambahan pekerjaan, kata dia, ada sedikit tambahan untuk menyapu supaya tidak menyapu hanya di sekelilingnya saja.
“Biasanya mereka hanya menyapu di sekelilingnya, sekarang ada tambahan sedikit supaya agak jauh-jauh dia menyapu,” katanya.
Terkait honor tambahan yang dikeluhkan para pekerja penyapu jalan, ia menyebut akan disesuaikan dengan hasil kerja yang dilakukan di lapangan.
“Kita akan liat juga hasil kerjanya di lapangan, kalau bagus akan kita sesuaikan dengan kondisi yang ada,” ungkapnya.
Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman




