Pengalihan Anggaran ke Bank Sultra Rp 2,5 Miliar, Kepala BKD Butur Sebut Kebijakan Pimpinan

H Tasir

Buranga, Inilahsultra.com – Polemik pengalihan anggaran penyertaan modal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Butur ke Bank Sultra senilai Rp 2,5 Miliar terbongkar dalam rapat pembahasan KUA/PPAS perubahan, di Kantor DPRD Butur, Kamis 27 September 2018.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Butur Tasir menyebut, pengalihan anggaran itu merupakan kebijakan pimpinan. Namun, Tasir tidak menyebut secara jelas siapa pimpinan yang dimaksud. Apakah Bupati Butur Abu Hasan atau siapa.

“Itu kebijakan pimpinan,” ungkap Tasir saat menjawab pertanyaan Ketua DPRD Butur Rukman Basri Zakariah ketika menanyakan siapa yang memerintahkan pengalihan anggaran tersebut.

-Advertisement-

Beberapa bulan lalu, polemik pengalihan anggaran ke Bank Sultra senilai Rp 2,5 Miliar diungkap Ketua Ikatan Pemuda Peduli Buton Utara (IP2 Butur) Kasno Awal Doi. Dia meminta kepada DPRD Butur segera memanggil Bupati Butur Abu Hasan terkait pengalihan anggaran dari Bank Bahteramas ke Bank Sultra karena dianggap sebagai penyalahgunaan kewenangan.

Awalnya, DPRD Butur menyetujui penyertaan modal Pemkab Butur ke Bank Bahteramas senilai Rp 1 miliar dan Bank Sultra Rp 1,5 Miliar dalam APBD 2018. Namun, penyertaan modal ke Bank Bahteramas tidak dilakukan. Justeru anggaran tersebut dialihkan ke Bank Sultra sehingga total mencapai Rp 2,5 Miliar.

Tasir menambahkan, pengalihan anggaran ke Bank Sultra dilakukan karena pendapatan yang akan diperoleh pemerintah daerah lebih besar dalam bentuk deviden.

Tasir menyatakan, tidak melakukan penyertaan modal ke Bank Bahteramas karena ragu dengan kemampuan bank tersebut. Apalagi selama ini bank tersebut hanya menampung anggaran yang bersumber dari dana desa.

Dalam rapat tersebut, Ketua DPRD Butur Rukman Basri Zakariah sempat mempersoalkan pengalihan anggaran ke Bank Sultra sebesar Rp 2,5 miliar. Pasalnya, anggaran yang disetujui DPRD Butur Rp 1,5 ke Bank Sultra dan Bank Bahteramas Rp 1 Miliar.

“Kenapa bisa diserahkan ke Bank Sultra Rp 2,5 Miliar. Sementara kita sudah sepakati Rp 1,5 Miliar ke Bank Sultra dan Rp 1 Miliar ke Bank Bahteramas,” semprot Rukman.

Menurut Rukman, sangat tidak beralasan jika anggaran Rp 1 miliar ke Bank Bahteramas dialihkan ke Bank Sultra. Pasalnya, tahun-tahun sebelumnya juga sudah dilakukan.

“Jadi kalau ragu dengan kemampuan Bank Bahteramas sangat tidak masuk akal,” tegasnya.

“Kenapa kita sudah sepakati, ini dirubah. Jangan seperti inilah,” paparnya.

Wakil Ketua DPRD Butur Abdul Salam Sahadia juga menyayangkan pengalihan anggaran tersebut.

“Kalau kita sudah sepakati di DPRD, jangan sesuka hati mau dirubah. Bukan persoalan uang, tapi ini persoalan komitmen kesepakatan yang sudah dibangun antara pemerintah daerah dan DPRD,” cetusnya.

Sorotan juga datang dari anggota DPRD Butur Josri. Dia mengaku sangat menyayangkan sikap pemerintah daerah yang mengalihkan anggaran tersebut.

“Penetapan anggaran itu melalui sidang. Dan yang kita sepakati tidak ditaati. Saya sendiri tidak mengerti kenapa seperti ini,” semprotnya.

Editor: Din

Facebook Comments