
Kendari, Inilahsultra.com – Jembatan kuning yang menjadi ikon Kota Palu dilaporkan rubuh usai kota tersebut diguncang gempa dan tsunami.
Video berdurasi 6 menit tujuh detik menunjukkan rubuhnya jembatan yang berdekatan dengan laut tersebut.
Dalam video yang direkam oleh warga Palu itu terlihat terjangan tsunami dan kondisi jembatan rubuh.
Berkali-kali, warga yang merekam kejadian ini meneriakkan takbir dan meminta pengampunan dari Allah.
Belum diketahui siapa pemilik video tersebut. Namun, La Ode Tare yang pertama kali menshare video di group WhatsApp mengaku, rekaman itu berasal dari kerabatnya di Palu.
“Iya, itu dari teman di Palu,” kata La Ode Tare, Jumat 28 September 2018.
La Ode Tare adalah salah satu pegawai negeri di Gorontalo. Ia beberapa kali menggelar kegiatan di Kota Palu.
Hingga kini, beberapa kerabat yang ada di Palu belum bisa dihubungi melalui telepon seluler.
Sebab, saat ini, jaringan komunikasi di daerah Palu dan Donggala sementara terputus.


Dikutip dari Wikipedia, Jembatan Palu IV atau Jembatan Ponulele merupakan sebuah jembatan yang terletak di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia.
Jembatan ini diresmikan pada Mei 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jembatan ini membentang di atas Teluk Talise ini berada di kelurahan Besusu dan Lere, yang menghubungkan kecamatan Palu Timur dan Palu Barat. Jembatan kuning ini merupakan jembatan lengkung pertama di Indonesia.
Panjang jembatan utama: 250 m Titik tertinggi lengkung jembatan: 20,2 m dari badan jembatan Lebar jembatan: 7,5 m Luas permukaan besi total jembatan: 6234,40 m2
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




