Dana Kapitasi Diduga “Disunat”, Puluhan Honorer Tenaga Medis Sambangi Kantor Dinkes Muna 

141
Suasana dialog antara pihak Dinkes Muna dengan para tenaga honorer Puskemas Katobu.
-Advertise-

Raha, Inilahsultra.com– Dana BPJS  kapitasi dan dana insetif yang dibayarkan kepada tenaga honorer di Puskesmas Katobu serta beberapa puskesmas di Kabupaten Muna, diduga disunat atau dipotong oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Muna.

Tak terima atas haknya dipotong, puluhan honorer yang bertugas di puskesmas di dalam Kota Raha maupun dari luar kota sambangi Kantor Dinkes, Kamis 7 Januari 2019.

-Advertise-

Salah seorang honorer Puskesmas Katobu, Indra Paranisa mengatakan, dalam penggunaan anggaran BPJS kapitasi banyak terdapat penyalahgunaan anggaran. Yaitu pihak Dinkes diduga melakukan pemotongan dana kapitasi tenaga medis terutama yang dialami honorer yang bertugas di Puskesmas Katobu.

“Ini aneh waktu bulan 1 hingga bulan 3 tahun 2018 pernah tanda tangan untuk proses pencairan dana kapitasi, per bulan Rp 330.000 dan totalnya per 3 bulan sebanyak Rp 990.000. Namun saat pencairan hanya diberikan Rp 100.000,” ungkapnya.

Indra menguraikan, para honorer disuruh oleh Kepala Dinkes yang diteruskan di seluruh puskesmas se-Kabupaten Muna untuk membuat surat pernyataan. Dalam pernyataan itu berisi jika menjadi tenaga suka rela yang ditanda tangani diatas materai 6.000 tidak keberatan haknya selama menjadi tenaga medis di Puskesmas Katobu dipotong oleh pihak Kepala Puskesmas (Kapus).

“Alasan dipotong dana kapitasi waktu itu katanya untuk bagiannya Kapus maupun pihak Dinkes. Sementara keberatan kami selama 9 bulan mulai April sampai Desember tahun 2018 dana kapitasi belum dibayarkan, ini anggarannya dibawah dimana,” heran Indra.

Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Hasdiman Maani menjelaskan, di Kabupaten Muna yang bertugas sebagai tenaga kesehatan secara suka rela sebanyak 1356 orang yang tersebar di 27 puskemas se Kabupaten Muna. Pihaknya dalam melakukan pembenahan data tenaga suka rela di seluruh puskesmas dengan tujuan untuk membuat surat pernyataan menjadi tenaga suka rela.

Baca Juga :  Kelurahan Alolama Wakili Kota Kendari Lomba P2WKSS Tingkat Provinsi Sultra

“Persoalan diarahkan untuk membuat surat pernyataan menjadi tenaga suka rela yang ditempatkan di seluruh puskesmas, kami (Dinkes) hanya meneruskan apa yang telah dilakukan mantan kepala dinas sebelumnya (Rimba Sua),” tuturnya.

Hasdiman menegaskan, terkait dana kapitasi yang tidak diberikan pada beberapa tenaga suka rela yang bertugas di Puskesmas Katobu, pembayarannya berdasarkan petunjuk teknis.

“Dana kapitasi dalam juknisnya memang tidak diberikan untuk tenaga suka rela namun hanya diberikan pada tenaga medis yang berstatus PNS. Tapi kalau di puskesmas lain dapat diberikan dana kapitasinya merupakan kebijakan dari Kapusnya,” tegasnya.

Reporter : Iman

Editor      : Aso

Silahkan berikan komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here