Lukman Abunawas Jamin Potong Leher Jika Tak Cabut IUP di Pulau Wawonii

261
Lukman Abunawas saat menemui massa aksi.
-Advertise-

Kendari, Inilahsultra.com – Ribuan massa aksi yang tergabung dalam Front Rakyat Sultra bela Wawonii kembali melakukan aksi damai di Kantor Gubernur Sultra, Kamis 14 Maret 2019.

Aksi jilid 2 bela Wawonii ini kembali menuntut dan meminta Gubernur Sultra Ali Mazi agar izin usaha pertambangan (IUP) yang baru saja dihentikan sementara untuk dicabut secara permanen.

-Advertise-

Jenderal lapangan Mando Maskuri dalam orasinya mengatakan, lahirnya IUP di Kabupaten Konawe Kepulauan ada keterlibatan Wakil Gubernur Lukman Abunawas karena pada saat itu menjadi Bupati Konawe, pada saat itu Konkep belum memisahkan diri dari Konawe.

Tak lama menggelar orasi, Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas didampingi oleh Plt Kadis ESDM dan Biro Hukum Pemprov Sultra menemui massa aksi.

Di hadapan massa aksi, Lukman Abunawas menjelaskan, dalam pemerintahan suatu daerah, kepala daerah satu paket Gubenur dan wakil gubernur. Sebelum menemui massa aksi dirinya telebih dahulu bertemu dengan gubernur Ali Mazi, dan menggelar rapat dengan Kadis ESDM, serta Biro Hukum.

“Saya wakili pak Ali Mazi dan tadi sudah bicara langsung bahwa tanggal 12 Maret 2019 kemarin IUP-IUP sudah dihentikan dan dilarang untuk melakukan kegiatan,” kata Lukman Abunawas di hadapan massa aksi.

“Kemarin sore sudah melakukan rapat dengan Kadis ESDM dan bagian hukum, rapat untuk mencabut IUP dan sekarang sudah final,” tambahnya disambut dengan tepuk tangan massa aksi.

Ia mengaku, sebagai bagian yang berjasa memekarkan Kabupaten Konkep pada tahun 2013, dan lebih dari 4 tahun berjuang untuk pulau Wawoni memisahkan diri dari kabupaten induk Konawe.

Menurutnya, IUP yang dikeluarkan masih dalam wilayah Kabupaten Konawe yang belum atau tidak mutlak dilaksanakan.

Baca Juga :  Dirjen Keuangan Kemendagri Akan Dilantik Awal Maret Jadi Ketua KKST

“Saya sudah berjuang memekarkan Konkep, saya tidak mungkin korbankan saudara-saudara saya dan saya membela saudara dan masyarakat jadi korban gara-gara pencemaran lingkungan IUP. Di sana (Pulau Wawonii) tidak boleh ada IUP,” katanya.

Lukman sesumbar, jangankan tenaga dan pikiran, nyawanya pun dipersembahkan untuk masyarakat Konkep dalam mencabut IUP tersebut.

Ia pun meminta masyarakat Konkep mempercayakan ke dirinya bahwa IUP yang dikeluarkan akan dicabut karena segala-galanya demi kesejahteraan masyarakat dan yang terbaik buat masyarakat Wawonii.

“Saya pertaruhkan jabatan sebagai wakil gubenur, jabatan Biro Hukum, Kadis ESDM, kalau tidak benar IUP di Konkep tidak akan dicabut, maka potong leher kita. Kita cabut IUP tidak boleh tidak, dan langkah-langkah itu sudah disiapkan,” ucapnya.

Ia menjelaskan, masih banyak potensi yang ada di Konkep selain pertambangan yaitu perkebunan, perikanan dan pariwisata, tentunya harus dikembangkan.

“IUP bukanlah satu-satunya mata pencaharian yang menjanjikan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

“Saat ini pemegang kekuasaan tertinggi adalah rakyat, kalau rakyat mengatakan tidak boleh berarti itu tidak boleh,” ucapnya.

Untuk itu, Ketua Koni Sultra ini meminta kepada masyarakat Konkep jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tidak benar.

“Mari kedepankan persatuan dan kesatuan masyarakat Sultra. Kita cinta damai supaya pembangunan dapat berlangsung sebaik-baiknya,” tutupnya.

Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Silahkan berikan komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here