Potensi Ekspor Pertanian dan Perkebunan di Sultra Sangat Besar

Suasana FGD di Kantor Bea Cukai Kendari. (Foto Istimewa)

Kendari, Inilahsultra.com – Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II A Kendari La Ode Muhammad Mastari menilai, banyak potensi komoditas pertanian yang dimiliki Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk diekspor keluar negeri.

“Komoditas pertanian dan perkebunan kita di Sultra yang sangat berpotensi untuk dieskpor mulai dari kopra, mete, kakao, jagung, dan cengkeh dengan volume yang cukup untuk diekspor,” kata La Ode Mastari saat menghadiri acara focus group discution Bea Cukai, Kamis 21 Maret 2019.

Namun, karena rendahnya pemahamam ekspor, minimnya sarana prasarana, budidaya yang tidak kontinu, dan masalah pembiayan, membuat para pengusaha di Sultra hanya memasarkan antar-pulau.

-Advertisement-

“Dengan banyaknya masalah dan keterbatasan, maka kita harus ada edukasi dan kerja sama semua instansi terkait termasuk lembaga pembiayaan untuk bersinergi mendorong ekspor komoditas potensial di Sultra,” ucapnya.

Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari, kata Mastari, punya komitmen untuk menggerakan ekspor ini. Baik itu di level pemerintahan, masyarakat petani, pengusaha hingga instansi terkait yang ada di pelabuhan dan bandara.

“Ayo kita bersama-sama untuk mendorong potensi pertanian dan perkebunan di Sultra. Bukan saatnya lagi ego sektoral yang kita munculkan, tapi kita harus sejalan dalam memacu pertumbuhan ekspor kita,” ucpanya.

Untuk itu, lanjut Mastari, Balai Karantina Pertanian Kelas II A Kendari akan melakukan perlindungan terhadap potensi pertanian di Sultra, serta melakukan akselerasi ekspor dan mengendalikan impor sehingga nilai perdagangan Sultra surplus.

“Harus dibutuhkan adanya reformasi birokrasi, dan mengimplementasikan program kerja Balai Karantina Pertanian kepada masyarakat petani. Ini yang harus kita lakukan dan kita dorong sekaligus meningkatkan potensi pertanian dan perkebunan agar produktivitas ekspor meningkat,” jelasnya.

Potensi-potensi yang ada ini, kata Mastri, harus dilindungi dari masuknya penyakit, baik dari hewan maupun tumbuhan.

“Kita juga harus melindungi daerah ini, agar kita punya tanaman, tumbuhan, dan hewan tidak punah agar nilai ekspor mendapat hasil yang baik,” tuturnya.

Kualitas produktifitas pertanian dan perkebunan menentukan masa depan ekonomi di Sultra.

“Kepada instansi terkait mari bersama-sama memberikan kemudahan dan pemahaman kepada petani untuk menggarap tanahnya dengan bebas agar mendapatkan hasil pertanian dan perkebunan dengan baik,” harapnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments