Berkas Perkara Istri Ketua DPRD Butur, Kejari dan Polres Muna Saling Lempar Bola 

723
 

Raha, Inilahsultra.com– Penanganan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan istri Ketua DPRD Buton Utara (Butur) EHR pada warga yang bernama Waode Nurmila, tak kunjung dinyatakan lengkap atau P-21.

- Advertisement -

Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna dan Polres Muna pun saling lempar bola mengenai kasus yang sempat menjadi sorotan luas di Kabupaten Butur itu.

Kasi Pidum Kejari Muna, Purkon Rohiyat, Kamis 28 Maret 2019 mengungkapkan, pihaknya masih menunggu pelimpahan berkas perkara kasus dugaan penaniayaan yang dilakukan EHR dari Polres Muna.

“Penyidik Polres Muna yang menangani perkara tersebut belum membawa berkasnya. Kita (Jaksa) masih menunggu dari penyidik Polres Muna,” tuturnya.

Padahal, kata dia Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) sudah ada.

“Ini perkara 351, tadi sudah saya sampaikan pada Kasat Reskrim (Ogen Sairi) untuk mengarahkan anggotanya membawa berkas tersebut,” tuturnya.

Pernyataan Purkon itu bertolak belakang dengan apa yang disampaikan Kasat Reskrim Polres Muna, Ogen Sairi.

Ogen mengaku, berkas pengancaman dan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh EHR terhadap korbannya telah diserahkan pada jaksa tanggal 8 Februari 2018.

“Atas perbuatannya oknum pelaku diancam 1 tahun penjara,” singkat Ogen.

Diberitakan sebelumnya, Istri Ketua DPRD Butur Muh Rukman Basri Zakariah, EHR dilaporkan ke Polsek Kulisusu, Minggu 10 Februari 2019, lalu. EHR diduga telah melakukan penganiayaan terhadap salah seorang warga, Waode Nurmila.

Dugaan penganiayaan yang dilakukan terjadi pada Minggu 10 Februari 2019, sekitar pukul 16.30 Wita bertempat di kediaman EHR.

Atas kasus itu, EHR telah ditetapkan tersangka, akan tetapi hingga saat ini pihak kepolisian tidak melakukan penahanan.

 

Reporter : Iman

Editor      : Aso

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...