
Baubau, Inilahsultra.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau telah menyiapkan langkah-langkah dalam menyambut hari raya Idulfitri tahun ini. Langkah Pemkot Baubau ada dua sisi yakni sisi transportasi dan ketersediaan bahan pangan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau, Dr Roni Muhtar MPd menuturkan, Baubau telah bersiap diri sebagai kota yang akan dijadikan ruang beraktifitas bagi masyarakat Kota Baubau dan juga masyarakat yang secara status penduduk bukan domisili di Baubau.
“Pemerintah telah mempersiapkan Baubau untuk menjadi tempat yang nyaman, menyenangkan dan menggembirakan untuk kita semua yang sedang merayakan hari raya Idulfitri,” tutur Roni saat menggelar konferensi pers persiapan Pemkot Baubau dalam menyambut hari raya Idulfitri, di Kantor Wali Kota Baubau, Sabtu 1 Juni 2019.
Dari sisi persiapan mudik, lanjut Roni, Dinas Perhubungan Baubau telah mengupayakan beberapa hal. Mulai dari kedatangan baik melalui transportasi udara, laut atau pun darat, sudah dikelola dan ditangani dengan sebaik-baiknya sehingga warga yang mudik dapat merasakan pelayanan pemerintah.
“Kita telah berkemas diri dan kami berharap tidak ada kendala. Semua itu dilakukan pemerintah agar masyarakat dapat merasakan bahwa mereka terlayani dengan baik selama mudik,” ujarnya.
Dari sisi ketersediaan bahan pangan, tambah Roni, stok bahan pangan sangat memadai. Selain stok memadai, pemerintah berhasil menekan harga sembako dan sangat stabil.
“Memang ada beberapa sembako seperti bawang putih. Tapi, kondisi seperti ini bukan hanya terjadi di Kota Baubau,” tukasnya.
Kepala Disperindag Baubau, Radjlun menambahkan, untuk kebutuhan pokok bukan hanya melayani Baubau. Sehingga perlu dilakukan pemantauan untuk menjamin ketersediaan bahan pangan.
Utamanya, melakukan pemantauan kepada distributor dan para agen untuk mencegah terjadinya penimbunan bahan pangan yang bisa menimbulkan gejolak harga.
“Untuk di Perindag jelang lebaran ini, ada beberapa yang kami lakukan termasuk penekanan harga, hanya bawang putih yang mengalami gejolak. Tapi sekarang sudah ditekan lagi tinggal Rp 60 ribu per kilo,” jelas Radjlun.
Kepala Dishub Baubau, Idrus Taufiq Saidi menambahkan, Dishub Baubau telah menempatkan petugas-petugas perhubungan dari beberapa lini sektor, mulai dari transportasi udara, laut dan darat serta menyiapkan petugas di Pasar Tradisional untuk mengatasi macet yang membuat jalan tampak semrawut.
“Jadi masing-masing petugas itu sudah ditempatkan di posisi masing-masing. Kami tetap konsisnten karena kami berkeyakinan bahwa untuk menjamin kelancaran ekonomi, dibutuhkan transportasi yang baik,” tandas mantan Kadis Kominfo Baubau itu.
Reporter: Muhammad Yasir




