Tingkatkan Eskpor Komoditas Pertanian, Pemprov Sultra Jalin Kerja Sama dengan Kementan

Penandatanganan MoU antara Gubernur Sultra dan Kementerian Pertanian dalam peningkatan ekspor Sultra.

Kendari, Inilahsultra.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menjalin kerja sama dengan Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi dan produktivitas serta akselerasi ekspor komoditas pertanian Sultra.

Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman
atau Memorandum of Understanding (MoU) Gubernur Sultra Ali Mazi, Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian Ali Jamil. Turut disaksikan Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ketua DPRD Sultra, Kapolda Sultra, Kepala Karantina Pertanian Kendari, Dinas Pertanian dan Perkebunan, dan Dinas Pertenakan di rumah jabatan Gubernur Sultra, Rabu malam 19 Juni 2019.

Adapun nota kesepahaman ini meliputi 6 poin, yakni, perlindungan sumber daya alam dan plasma nutfah Sultra, penyiapan benih bersama antara Pemprov Sultra dengan Kementrian Pertanian, penyiapan infrastruktur ekspor produk pertanian, bimbingan teknis dalam penanganan pascapanen, pengoptimalan produktifitas lahan, dan akses pasar internasional.

-Advertisement-

Kepala Balai Karantina Pertanian Kendari LM Mastari mengatakan, berdasarkan data sistem otomasi perkarantinaan, produk kakao asal Sultra telah mencatat prestasi gemilang setelah dilepas ekspor perdana ke Belanda di tahun 2018 kemarin. Saat ini, pasar kakao Sultra telah merambah ke Jerman.

“Kakao Butter milik PT Kalla di tahun 2018 diekspor sebanyak 360 ton dengan frekwensi 4 kali tujuan Belanda, dan pada periode Januari hingga pertengahan Juni 2019 telah terkirim 240 ton dengan frekuensi 6 kali tujuan Belanda dan Jerman dengan mengalami peningkatan cukup signifikan,” kata LM Mastari.

Karantina Pertanian Kendari sebagai unit vertikal, kata Mastari, memiliki tugas untuk menjaga kelestarian sumber daya alam hayati sesuai dengan perkembangan kebutuhan negara.

Menteri Pertanian, lanjut dia, memberikan tugas khusus berupa akselerasi ekspor produk pertanian untuk terobosan layanan percepatan ekspor, program bimbingan teknis bagi eksportir muda, agro gemilang digencarkan dan tidak kalah pentingnya adalah penguatan sistem perkarantinaan di segala bidang terus ditingkatkan.

“Uji lab karantina yang dapat dipercaya negara tujuan ekspor agar membuat komoditas diterima dan memiliki daya saing,” tuturnya.

Gubernur Sultra Ali Mazi mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian di wilayah Sultra. Orang nomor satu di Sultra ini mengintruksikan jajarannya baik yang terkait maupun lintas sektoral untuk saling bahu membahu memacu pembangunan pertanian yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, pelaku dan masyarakat di Sultra.

“Kepada para pelaku usaha bidang agribisnis untuk selalu meningkatkan komoditas pertanian di Sultra, saya juga mengapresiasi kerja sama selain memberi nilai tambah dengan mengolah komoditas pertanian menjadi barang setengah jadi atau barang jadi juga memberi kesempatan lowongan kerja sehingga mensejahterakan masyarakat,” jelasnya.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian Ali Jamil mengatakan, komoditas pertanian asal Sultra tercatat sejak tahun 2017 menunjukan tren angka peningkatan.

Sedikitnya ada 7 komoditas perkebunan yang diunggulkan yaitu kakao, kopra, lada, kemiri, kacang mede, cengkeh dan jagung.

“Sebagai andalan bagi pasokan kebutuhan dalam negeri dan juga devisa negara komoditas ekspor ini perlu mendapat dukungan dalam hal ini dari Kementerian Pertanian,” kata Ali Jamil.

Untuk itu, Jamil menyampaikan bahwa
Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian sangat mendukung inisiasi pemerintah daerah yang sangat antusias dalam mendorong pembangunan pertanian.

“Ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian untuk menjemput bola karena ada peluang dan potensi di seluruh daerah. Kita sangat kaya, yang diperlukan komitmen dan kerja keras bersama,” ungkapnya.

Sebelum menutup acara, Jamil menyerahkan aplikasi peta potensi produk pertanian ekspor, Indonesia Maps of Agriculture Commodities Export (Image). Aplikasi ini berisikan data real time yang diambil dari sistem otomatis lalu lintas produk pertanian yang dioperasikan oleh Balai Karantina Pertanian Kendari.

“Potret potensi komoditas pertanian terlihat jelas dan rinci, harapannya aplikasi ini dapat menjadi alat bantu pak Gubernur dan jajarannya dalam mengambil langkah kebijakan pembangunan pertanian di Sultra,” tutup Jamil.

Penulis : Haerun

Facebook Comments