Berikut Empat Jalur Alternatif Selama Pemasangan Jembatan Bailey Sampara

151
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XXI Kendari, Dr. Ir. Yohanis Tulak Todingrara, MT.

Kendari, Inilahsultra.com – Selama sepekan ke depan pengendara yang rutin melewati jalur trans-Sulawesi di Kecamatan Sampara diminta bersabar. Pasalnya, Balai Pelaksana Jalan Nasional XXI Kendari tengah merampungkan instalasi jembatan besi (Bailey) darurat di jalur jalan longsor tersebut.

Selang penutupan akses transportasi umum khusus untuk kendaraan roda empat, pemerintah menyiapkan empat rute sebagai alternatif berkendara. Baik yang dari arah Kolaka, Konawe, Morosi dan sebaliknya.

Advertisements
- Advertisement -

Jalur pertama, pengendara yang berasal dari arah Kolaka Timur maupun Kolaka bisa memakai jalur Lambuya-Motaha agar bisa sampai ke Ibu kota Kendari. Jalur ini diprioritaskan bagi kendaraan roda empat pengangkut logistik karena medan yang relatif rata dan aman untuk jenis kendaraan truck.

Sementara, khusus warga yang berada di Pohara bisa memanfaatkan jalur Andepali-Ambaipua- Kota Kendari. Alternatif ketiga yakni melalui jalur Rawua, Bondoala-Totembe – Kota Kendari.

Pilihan terakhir adalah jalur Rawua-Bondoala- Jalan Lingkar Kota Kendari. Trayek ini relatif lebih singkat dibanding tiga jalur alteratif di atas. Dimana estimasi jarak berkisar 12 Km sehingga layak untuk angkutan penumpang.

Kepala Balai Paksanaan Jalan Nasional XXI Kendari, Dr Ir Yohanis Tulak Todingrara MT mengatakan kendati ada penutupan akses jalan sementara, ada perlakuan khusus bagi pengendara roda dua dan pelajar atau pejalan kaki.

Pihaknya memberlakukan jadwal buka tutup di ruas jalan yang longsor untuk mengakomodir pengguna kendaraan roda dua dan pelajar selama pemasangan jembatan Bailey sepekan ke depan.

Dimulai dari pukul 00.00-08.00 WITa, jalur jalan yang ambruk pascalongsor dibuka hanya untuk pengendara roda dua dan pejalan kaki. Ada akses jalan kecil yang disiapkan di bawah jembatan Bailey yang berdampingan dengan Sungai Sampara.

Baca Juga :  Diduga Persoalan Perempuan, Siswa Dua Sekolah di Kendari Nyaris Tawuran

Setelah pukul 08.00- 12.00 WITa akses jalan kecil ini ditutup. Ini adalah jadwal bagi pekerja melanjutkan pemasangan jembatan darurat.

Pukul 12.00-14.00 WITa, jalur jalan darurat kembali dibuka hanya untuk pengendara roda dua.

Selanjutnya, akses jalan ditutup kembali untuk pekerja yang bertugas memasang kerangka jembatan baja di Sampara.

Pukul 17.00-24.00 WITa, roda dua kembali dibolehkan memanfaatkan jalan darurat di bawah jembatan.

“Kita sadari jalur ini sangat penting bagi anak sekolah. Untuk itu kita fasilitasi agar bisa dilewati di jam-jam sekolah. Meski ada kendala kita mesti bergerak. Kita juga berterimakasih atas partisipasi masyarakat yang mendukung pengerjaan jembatan semi permanen ini. Kita target 10 hari bisa kelar,” urai Yohanis Tulak.

Penulis : Siti Marlina
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...