Rumah Makan Boleh Pakai Elpiji 3 Kg, Ini Syaratnya

2052
 

Kendari, Inilahsultra.com – Kampanye peruntukkan Liquefied Petroleum Gas (LPG) Subsidi untuk masyarakat miskin aktif digaungkan PT Pertamina. Namun, tahukah Anda selain masyarakat miskin atau rumah tangga, sektor usaha tertentu masih dibolehkan menggunakan LPG 3 Kg.

Sebagaimana diutarakan Sales Executive LPG Pertamina Kendari, Arnaldo Andika Putra pada launching program ASHIAP (Aksinya Himpunan Pers) di Kendari Rabu 24 Juli 2019. Pemerintah memberi toleransi jenis usaha tertentu menggunakan produk gas subsidi.

- Advertisement -

Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 104 Tahun 2007 Tentang Penyediaan Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG Tabung 3 Kg Pasal 3 Ayat 1 menyebutkan selain kalangan rumah tangga, usaha mikro bisa menggunakan tabung gas ‘melon’.

Kebijakan ini juga telah diperkuat Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 38 Tahun 2015 tentang Pengawasan Pendistribusian LPG Tabung 3 KG di Sultra. Pada Pasal 4 menyebutkan
“Konsumen pengguna LPG tabung 3 Kg adalah : Rumah tangga dan
usaha mikro.”

Usaha mikro bisa dilihat dari dua sisi yakni omset (penghasilan bruto) dan nilai aset. Kata Aldo, pedagang atau pengusaha rumah makan yang memiliki omset maksimal Rp 300 juta pertahun atau mereka yang mengantongi penghasilan kotor harian di bawah angka Rp 830 ribu masih boleh menggunakan gas subsidi pemerintah.

Selebihnya wajib beralih ke jenis gas nonsubsidi atau produk Bright Gas Pertamina.

Demikian juga untuk sektor usaha yang memiliki nilai aset maksimal Rp 50 juta (di luar tanah dan bangunan tempat usaha), lanjut Aldo masuk dalam kategori usaha mikro yang layak memanfaatkan gas 3 Kg.

“Sebagian besar sektor usaha yang banyak gunakan gas adalah rumah makan atau restoran. Jadi bisa dilihat saja dari penghasilan kotornya dan asetnya. Jika di atas Rp 900 ribu perhari tidak boleh lagi pakai gas subsidi mesti beralih ke tabung besar/non subsidi,” ujarnya.

Aturan tersebut, lanjut Aldo disebut dalam UU RI Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah BAB IV Pasal 6.

Kata dia, saat ini PT Pertamina tengah gencar menyosialisasikan penggunaaan Bright Gas, produk gas nonsubsidi milik pemerintah. Salah satunya lewat program ASHIAP (Aksinya Himpunan Pers) yang baru saja diluncurkan hari ini.

Lewat ASHIAP, perusaahan plat merah itu menggandeng puluhan insan pers cetak, elektronik dan online membantu program kampanye gas nonsubsidi ‘Bright Gas’ di kalangan pengusaha rumah makan dan restoran di Kota Kendari. Keberadaan jurnalis diharap bisa mendorong pelaku bisnis beromset besar agar beralih menggunakan elpiji nonsubsidi.

“Gas Elpiji Bright Gas Pertamina sekarang tersedia dalam tiga jenis, 12 Kg, 5,5 Kg dan kemasan botol mini 220 gr yang bisa dipakai untuk kompor portable atau disebut Bright Gas Can. Bright Gas ini punya banyak keunggulan. Diantaranya dari sisi savety, teknologi velve ganda dan sekarang bright gas melayani pengantaran langsung ke customer cukup melalui call center 135,” urai Aldo panjang lebar.

Penulis : Siti Marlina

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...