Kisah Anggota Polisi di Wawonii Sisihkan Gaji untuk Bantu Masyarakat

764
Bripka Azarudin saat melihat langsung pembangunan kandang ayam yang merupakan sumbangannya untuk masyarakat di Wawonii Tengah. (Istimewa)

Kendari, Inilahsultra.com – Jiwa sosial Bripka Azarudin patut diacungi jempol. Ia menyisihkan sebagian gajinya untuk membantu masyarakat kurang mampu di tempat tugasnya di Polsek Wawonii Tengah Kabupaten Konawe Kepulauan.

Satu hal yang membuat jiwa Kanit Binmas Polsek Wawonii Tengah ini terpanggil. Kondisi ekonomi warga yang masih serba kekurangan.

- Advertisement -

Selain bertujuan menjalin tali silaturahmi dengan masyarakat dan tugas kedinasan, Bripka Azarudin menganggap bantuannya itu sebagai modal di akhirat nanti.

Jurnalis Inilahsultra.com berkesempatan berbincang dengan Azarudin di salah satu warung kopi di Kota Kendari, Sabtu 3 Agustus 2019.

Ia banyak menceritakan tentang kisahnya saat pertama bertugas di Pulau Wawonii medio 2016 silam hingga kini.

Sebelum tugas di Polsek Wawonii Tengah, Azarudin bertugas di Borkes Bintara urusan Kesehatan Polres Kendari.

Tentunya, suasana dan tantangan bakal berbeda saat tugas di Polres Kendari. Pun perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Di Pulau Kelapa itu, ia banyak menemukan cara hidup masyarakat yang bergantung dengan alam.

Meski terbilang baru, Azarudin sudah bisa berkomunikasi aktif dengan masyarakat hingga menemukan masalah ekonomi yang merintangi warga.

Berangkat dari penghilatannya di lapangan, muncul pemkirian agar masalah ekonomi tidak berlarut-larut membekap masyarakat.

Bantuan Perahu

Masyarakat Pulau Wawonii kebanyakan bertani dan melaut. Profesi terakhir paling sering ditemukannya. Maklum, kebanyakan warga bermukim di pinggir pantai yang hampir semua nelayan.

Pada 2017 lalu, Bripka Azarudin kemudian mengadakan perahu untuk diberikan kepada sejumlah nelayan.

Dipilihnya bantuan ini punya cerita tersendiri. Posisinya sebagai Bhabinkamtibmas, kerap mendapatkan informasi adanya pencurian kapal katinting warga.

Setelah dikembangkan, faktor timbulnya pencurian karena masalah ekonomi dan kurangnya lapangan pekerjaan. Ini lah salah satu pendorong dirinya memberikan bantuan perahu.

Sebelum mengadakan perahu terlebih dahulu ia melakukan survei. Selama ini, bantuan pemerintah hanya mesin tanpa perahu.

Baca Juga :  Bakat Saddil Mulai Kelihatan di Tengah Ujian Kemiskinan dan Kelaparan

Ia pun berinisiatif membuatkan perahu tentu dibantu masyarakat yang mahir membuat.

“Saya berkeyakinan dan optimis dari gen orang tua saya turun temurun sebagai pembuat perahu pasti akan berhasil,” ungkap Bripka Azarudin di salah satu warung kopi Kendari, Sabtu malam 3 Agustus 2019.

Masalah lain pembuatan perahu ini adalah mengadakan bahannya. Tentu butuh modal besar.

Tak ingin niatnya membantu masyarakat pupus begitu saja, ia menyisihkan gaji untuk membeli alat dan bahan.

Bripka Azarudin saat bersama masyarakat melihat langsung pembangunan kandang di Kecamatan Wawonii Tengah. (Istimewa)

“Saya beli satu-satu alat dan bahannya menggunakan uang tabungan pribadi saya dan kalau sudah terkumpul semua, diperkirakan bisa satu perahu, saya langsung bikin sendiri itu perahu dengan bantuan beberapa masyarakat.

Setelah 1 unit perahu sudah jadi, langsung dijual untuk dijadikan modal untuk membeli bahan dengan target 5 unit perahu.

Kemudian 5 unit perahu ini dijual kembali dan keuntungannya kembali digunakan untuk membeli bahan dengan target 10 unit perahu.

“Sekitar Rp 50 juta biaya saya keluarkan dengan 10 perahu, dan saya sudah serahkan kepada nelayan-nelayan di tahun 2018 secara gratis dan alhamdulilah sampai saat ini perahu-perahu masih aktif digunakan untuk melaut,” jelasnya.

Bantuan perahu itu diserakan kepada nelayan di Desa Lamongupa 5 unit, Kelurahan Lampeapi 3 unit, Desa Pesue 1 unit, dan Desa Wawo Indah 1 unit. Semuanya dinKecamatan Wawonii Tengah.

“Saya terus memantau, kalau ada yang tidak menjaga kondisi perahu dengan baik, saya ganti pemiliknya. Karena saya ingin bantuan berkepanjangan untuk mereka,” jelasnya

Dengan bantuannya itu, pendapatan masyarakat meningkat. Sebab, paradigma masyarakat melaut berubah dari perahu menjadi katinting atau kapal dengan mesin tempel.

Dalam membuat perahu ini, ia pintar-pintar membagi waktunya antara keluarga dan pekerjaan sebagai polisi.

“Saya mulai kerja perahu dari jam 2 siang, ada sampai jam 9 malam. Kalau alat pembuatannya menggunakan mesin, dan ada sampai jam 2 malam kalau tidak menggunakan mesin. Karena saya mengerti dengan kedaan sekitar,” jelas pria beranak satu ini.

Baca Juga :  Menuntut Transparansi Pengelolaan CSR di Sultra

Bantuan Kandang dan Ternak Ayam

Selain bantuan perahu, ia juga membantu masyarakat di sektor peternakan. Bantuan kandang dan ternak ayam kampung.

Polisi lulusan 2004 angkatan 24 ini mengatakan, bantuan-bantuan ini diserahkan di Kelurahan Lampeapi, Desa Lamongupa, Desa Morobea, Desa Batumea, Kecamatan Wawonii Tengah serta Desa Wungkolo, Kecamatan Wawoni Selatan.

Sasaran bantuan mulai dari anak muda maupun orang tua dengan 5 kandang dan 500 ekor ayam.

Khusus peternakan, ia merogoh kantungnya sekitar Rp 20 juta.

“Dan ini saya berikan dengan gratis, tinggal bagaimana saya mengontrol mereka untuk mengembangkan hasil usaha bisnis berkelanjutan. Karena saya berkeinginan dalam pekerjaan mereka lakukan ini dapat meningkatkan perekonomiannya, dan harapan saya dengan usaha ini mereka bisa maju,” ungkapnya.

Bantuan Lahan Pembangunan Taman Pendidikan Alquran (TPA)

Bripka Azarudin membeli tanah seluas 12×20 untuk pembangunan taman pendidikan Alquran (TPA) di Kelurahan Lampeapi Kecamatan Wawonii Tengah dengan menggunakan uang pribadi Rp 10 juta.

Pembangunan TPA ini, disambut baik oleh Bupati Konkep Amrullah dan orang nomor satu di pulau kelapa ini meletakkan batu pertama pembangunannya.

“Sebenarnya pembangunan TPA ini kita sudah serahkan kepada pemerintah kelurahan, tapi proses pembangunannya tetap kami berkoordinasi,” jelasnya.

Bukan hanya itu, saat ini dirinya telah mengagas pembangunan Rumah
Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di Desa Wawo Indah, Kecamatan Wawonii Tengah yang sudah mendapat kesepakatan dengan pemerintah desa.

“Alhamdulilah sejauh ini pemerintah desa sangat mendukung dengan rumah kamtibmas, saat ini tinggal komunikasi dengan pemda, karena kita tidak bisa jalan sendiri tanpa ada dukungan dari pemerintah,” ungkapnya.

Ia mengaku, seluruh hal yang telah dilakukannya mendapat dukungan dari keluarga, terkhusus istrinya.

Baca Juga :  Lestarikan Nilai Kejuangan Bangsa, Bupati Koltim Diganjar Penghargaan

Menurutnya, yang dilakukannya ini pada dasarnya bertujuan untuk mengurangi angka kriminal dengan memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat di wilayah hukum Wawonii Tengah dan Wawonii Selatan.

Menurutnya, salah satu pemicu tindakan kriminal adalah tidak adanya lapangan pekerjaan sehingga mempengaruhi masalah ekonomi, pendidikan dan sumber daya manusia (SDM).

Untuk itu, kata dia, perlu dilakukan pencegahan atau antisipasi dengan membukakan lapangan pekerjaan masyarakat.

“Saya berpesan kepada masyarakat yang sudah mendapatkan bantuan, tetap semangat dalam bekerja jangan merasa diri kita yang paling hina di dunia ini. Kita harus mensyukuri apa yang ada, jangan ada rasa gengsi melihat jenis pekerjaan,” harapnya.

Ia menuturkan, suksesnya pemberian bantuan ini tak terlepas dari arahan dan bimbingan dari pimpinan Polda Sultra, Polres Kendari dan Polsek Wawonii Tengah.

“Teruslah berbuat jangan pernah ragu, selama nawaitu kita baik, energi-energi positif yang ada pada diri kita harus diterapkan dan jangan ada keraguan,” tambahnya.

Terhadap yang dilakukannya ini, Bripka Azarudin mendapatkan reward dari Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto, SIK dan AKBP Jemi Junaidi pada 2018 lalu.

Di tahun yang sama, Bripka Azarudin mendapatkan penghargaan polis eword inovasi dan inovatif di Mabes Polri.

“Ini menambah kepercayan saya selaku pribadi dalam menjalankan tugas di lapangan, dan memudahkan saya menyatu dengan masyarakat serta tidak bisa dimungkiri dengan adanya beberapa penyerahan ternak ayam, lahan TPA yang diterima oleh masyarakat,” ucapnya.

Untuk itu, selama masih diberikan kesehatan dan kemampuan akan tetap berbagi rezeki dengan masyarakat dan dimana pun ditugaskan.

Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here