Pemkot Kendari Siapkan 5 Puskesmas Rehabilitasi Pecandu Narkoba secara Gratis

44
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir secara resmi melaunching program rehabilitasi pecandu narkotika (Si Cantik) di Puskesmas Kemaraya. (Haerun/Inilahsultra)

Kendari, Inilahsultra.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menyediakan lima tempat untuk merehabilitasi pecandu narkotika secara gratis di Puskesmas Kemaraya, Puskesmas Puuwatu, Puskesmas Lepo-lepo, Puskesmas Mokoau, dan Puskesmas Poasia.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir dalam acara launching program rehabilitasi pecandu narkotika (Si Cantik) di Puskesmas Kemaraya, Selasa 8 Oktober 2019.

- Advertisement -

“Program rehabilitasi merupakan upaya untuk menyelamatkan hidup pecandu atau penyalahgunaan narkoba dari dampak buruk yang ditimbulkan,” jelas Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir.

Orang nomor satu di Kota Kendari ini menjelaskan, permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba hingga saat ini menjadi permasalahan yang belum terselesaikan. Bahkan permasalahan ini sudah digolongkan ke dalam kondisi darurat narkoba.

                       

“Narkoba telah masuk hingga hampir seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang status, tingkat pendidikan strata lainnya dari sisi usia. Narkoba juga tidak pernah memilih korban, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan sampai dengan lanjut usia,” jelasnya.

Lanjutnya, penyalahgunaan narkoba di Sultra terdapat 29.012 orang atau 1,58 persen penduduk yang menyalahgunakan narkoba. Namun hanya 4 persen atau setara 1.150 orang yang menjalani program rehabilitasi.

Data penyalahgunaan narkoba yang menjalani rehabilitasi rawat jalan tahun 2018 dapat dilihat dari angka kunjungan di Klinik Pratama BNNP Sultra, BNN Kota Kendari, BNN Kolaka, BNN Muna, BNN Baubau, dan Puskesmas Poasia berjumlah 259 orang. Sedangkan jumlah yang menjalani rehabilitas rawat jalan mulai Januari sampai awal Oktober 2019 sebanyak 260 orang dan rawat inap di balai rehabilitas sebanyak 13 orang.

Hal ini menunjukan jumlah penyalahguna yang ada tidak sebanding dengan lembaga rehabilitasi yang tersedia. Selain itu timbulnya rasa malu orang tua atau keluarga jika memiliki anggota keluarga pecandu, dan timbulnya rasa takut untuk melaporkan diri di institusi penerima wajib lapor dengan stigma negatif dari masyarakat terhadap pecandu.

Baca Juga :  Duduk Soal Ribut Warga dengan Dua Oknum Honorer di Kantor Kesbangpol Mubar

“Faktor ini juga menyebabkan program rehabilitasi yang ditawarkan pemerintah tidak sesuai dengan harapan. Maka dengan kondisi ini yang harus memerlukan solusi yang kita siapkan di beberapa puskesmas di wilayah Kota Kendari,” ungkapnya.

Ketua DPD PKS Kota Kendari ini menjelaskan, program ini merupakan
inovasi dan terobosan agar pencandu penyalahgunaan narkotika dapat mengakses layanan rehabilitasi di puskesmas dengan tenaga medis yang sudah terlati di bidang assesment dan konseling adiksi.

“Saya mengharapkan dukungan dari kita semua dalam mensosialisasikan program ini kepada masyarkat agar yang terpapar narkoba dapat memanfaatkan layanan yang disediakan oleh Puskesmas,” katanya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada anggota keluarga yang menyalahgunakan narkotika, psikotropika, obat-obatan mumbul, zat adiktif termaksud penyalahgunaan lem dan sejenisnya.

Agar segera di bawa ke puskesmas yang membuka layanan rehabilitasi dengan memanfaatkan layanan telah disediakan oleh pemerintah yang bersifat grstis.

“Penyalahgunaan narkoba bukanlah aib, jadi tidak perlu disembunyikan tetap mereka orang sakit yang harus disembuhkan, dan rehabilitasi ini adalah solusi terbaik,” tutupnya

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...