
Kendari, Inilahsultra.com – Tiga nelayan Warga Negera Indonesia (WNI) disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina. Nelayan asal Indonesia meminta bantuan kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo agar mereka dibebaskan.
Ketiga nelayan yang disandera yaitu, Maharudin Lunani (48), Muhammad Farhan (27) dan Samiun Maneu (27). Mereka diculik kelompok bersenjata dari kapal pukat yang terdaftar di Sandakan, Perairan Tambisan, Malaysia.
Permintaan tebusan disampaikan langsung oleh salah satu korban melalui video berdurasi 44 detik yang diunggah di media sosial Facebook, Sabtu 16 November 2019 lalu.
Ketiga WNI itu terlihat tengah duduk jongkok dengan telanjang dada. Sementara itu, tiga pria berdiri mengawasi dari belakang sambil memegang senjata.
Dalam video berdurasi 44 detik itu, Maharudin Lunani menyebut, mereka bertiga merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Kabupaten Wakatobi dan Baubau.
“Kami bekerja di Malaysia, kami kena tangkap dari kumpulan Abu Sayyaf tanggal 24 September 2019. Saya harap bos kami membantu kami, untuk membebaskan kami dan juga Presiden Indonesia tolong kami supaya kami bebas dari sini,” terang Maharudin dalam video itu.
Sambung Maharudin, Abu Sayyaf meminta tembusan 30 juta peso atau Rp 8,3 miliar agar mereka bisa kembali ke Indonesia.
Penulis : Onno




