Tiga Hari Melihat Keajaiban Buton Selatan

Silat tradisional yang diperagakan masyarakat Buton Selatan. (Sumber Foto: Kominfo Busel)

Batauga, Inilahsultra.com – Perhelatan akbar Buton Selatan Festival (BSF) yang digelar selama tiga hari tinggal dua hari lagi. Tepatnya, 29 November hingga 1 Desember 2019.

Festival perdana pariwisata dan budaya ini, mengangkat tema besar ‘Keajaiban Buton Selatan-The Wonder Of South Buton’ akan menampilkan seluruh kebudayaan di tujuh kecamatan yang ada di Buton Selatan.

Plt Bupati Buton Selatan, La Ode Arusani menuturkan, tema besar ini akan menjadi nafas festival kabupaten sebagai upaya promosi pariwisata Nusantara di dalam dan luar negeri Kabupaten Buton Selatan.

-Advertisement-

“Festival ini sebagai bentuk promosi pariwisata dan budaya yang ada di Buton Selatan. Makanya kita tampilkan semua kebudayaan yang ada di tujuh kecamatan itu,” tutur Arusani.

Sebagai daerah pemekaran sejak tahun 2014, jajaran pemerintah Kabupaten Buton Selatan, tengah menggalakkan pembangunan pariwisata berbasis adat budaya dan masyarakat serta masyarakat bahari. Sejalan dengan semboyan kabupaten ‘Buton Selatan Beradat’.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, kata Arusani, karena adat dan budaya asli masih terus dilestarikan oleh masyarakat Buton Selatan. Dengan rutinnya digelar ritual adat dan budaya di desa-desa oleh masyarakat dalam berbagai kesempatan.

Termasuk eksistensi Parabela-tetua adat, sebagai ujung tombak adat dan budaya dalam beragam aktivitas dan kehidupan masyarakat Buton Selatan. Didukung dengan 24 Baruga-tempat pertemuan masyarakat yang umumnya berada di benteng kuno yang tersebar di tujuh kecamatan di Buton Selatan.

Penyelenggaraan perdana Buton Selatan Festival ini adalah sekaligus menjadi tonggak upaya penting yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan untuk mempromosikan potensi kekayaan dan keindahan alam serta keunikan budaya yang dimiliki sebagai diferensiasi budaya dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Ciri khas kebudayaan Buton Selatan, adalah paduan langgam budaya Kesultanan Buton tua dan budaya bahari, karena masyarakat Buton dikenal sebagai pelaut tangguh.

Pelaksanaan Buton Selatan Festival 2019 ini, sekaligus untuk mengukuhkan Buton Selatan
salah satu destinasi tujuan wisata baru di Sulawesi Tenggara.

Pariwisata, saat ini memang tengah menjadi salah satu program unggulan pemerintah Kabupaten Buton Selatan, agar nantinya secara bertahap dapat memberikan dampak langsung bagi perekonomian masyarakat.

Pelaksanaan festival perdana di tahun ini akan menyuguhkan sejumlah acara unggulan, sebagai etalase bagi masyarakat luas untuk mengenal lebih jauh adat dan budaya, kehidupan masyarakat bahari, kekayaan kuliner dan wastra, serta potensi kreatif yang dimiliki masyarakat Buton Selatan.

Rangkaian acara akan terdiri atas Festival Parade Budaya, Karnaval Perahu Nelayan, Ritual Adat, Pagelaran Tari persembahan para pelajar, Pemilihan Duta Wisata Buton Selatan, Zona Kuliner dan Kreatif, lomba-lomba tradisional hingga Fashion Show Tenun Buton.

Untuk memperkenalkan lebih jauh budaya bahari serta potensi laut, Karnaval Perahu di Buton Selatan Festival 2019 akan diikuti ratusan kapal nelayan, sebagai bentuk partisipasi dan kebanggaan masyarakat bahari Buton Selatan, dengan melintasi perairan Batauga.

Sedangkan filosofi yang mendasari acara Parade Budaya adalah sebagai wujud toleransi dan kehidupan damai di Buton Selatan yang sejak lama telah mengenal konsep demokrasi sejak era Kesultanan Buton.

Kekayaan tenun Buton juga akan mendapat tempat tersendiri di panggung Buton Selatan Festival melalui Fashion Show Tenun, berkolaborasi dengan desainer yang karyanya telah mewarnai catwalk bergengsi di nasional di ajang Inonesia Fashion Week dan negara tetangga.

Sedangkan ajang Pemilihan Duta Wisata adalah untuk menemukan potensi generasi muda Buton Selatan yang kenal budaya mereka sekaligus berwawasan, untuk menjadi duta dan wajah Buton Selatan dalam berbagai kegiatan promosi pariwisata.

Reporter: Muhammad Yasir

Facebook Comments