Lika Liku AJP Dapat Rekomendasi PKS Cawawali Kendari

DPW PKS Sultra menyerahkan SK kepada AJP untuk tarung di pemilihan Wakil Wali Kota Kendari. (Haerun)
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah mengusung Adi Jaya Putra (AJP) sebagai calon Wakil Wali Kota Kendari periode 2017-2022.

Sebelum mendapatkan rekomendasi partai besutan Mohamad Sohibul Iman, perjuanga putra Bupati Konawe Selatan (Konsel) ini tidaklah mudah. Sebab, banyak rintangan dan tantangan yang dilalui.

Kakak dari Aksan Jaya Putra ini terlebih dahulu mendaftar di PKS untuk menjadi calon wakil wali kota Kota Kendari. Di DPD PKS Kota Kendari, AJP bersaing dengan sembilan calon lainnya yang mendaftar mulai dari birokrasi, dan politisi.

Kemudian lulusan University Technology Of Sidney beradu gagasan bersama calon lain yakni Adnan Husainy, Ady Husainy, Alamsyah Lotunani, Ali Jabbar, La Ode Andi Pili, Rahman Tawulo, Sarlin Syamsuddin, Sylsiani Mursalim, dan Zainal Arifin menjalani fit and proper test atau uji kelayakan untuk menuju ke tahap selanjutnya.

Dalam fit and proper test, Komisaris Utama PT Konawe Pratama tahun 2005 ini beserta calon lainnya diberikan beberapa pertanyaan mulai dari pertanyaan tentang kepemimpinan dan penguasaan terhadap masalah-masalah di Kota Kendari.

Kemudian, ditanyakan pula tentang penguasaan terhadap fungsi-fungsi wakil wali kota apabila terpilih, termasuk tentang pengalaman dan prestasi akademik terutama dalam pemerintahan dan politik yang menjadi bahan pertimbangan.

Setelah para calon menjalani uji kelayakan, PKS Kota Kendari menyatakan tiga calon yang lolos ke tahap selanjutnya yaitu Adi Jaya Putra, mantan Sekretaris Kota Kendari Alamsyah Lotunani dan HS Ali Jabbar untuk menuju ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS.

Tiga nama kemudian DPW PKS Sultra merekomendasikan ke DPP untuk diproses dalam memutuskan satu nama yang layak maju sebagai calon Wakil Wali Kota Kendari periode 2017-2022 bersaing dengan calon lain.

Setelah DPW menyerahkan ke DPP. Tiga nama tersebut berproses kurang lebih 6 bulan. Sehingga, beredar Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat PKS Nomor 209/SKEP/DPP/2019 tentang Calon Wakil Wali Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2017-2022.

Dalam SK tersebut memutuskan Adi Jaya Putra sebagai calon Wakil Wali Kota Kendari yang ditandatangani langsung Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dan Sekretaris Jenderal Mustafa Kamal.

Namun beredarnya SK tersebut sempat diragukan internal PKS sendiri. Pimpinan DPW PKS Sultra membantah adanya SK tersebut, karena DPW belum menerima SK-nya dari DPP terkait usulan wakil wali kota.

“Kita belum terima SK dari DPP, karena kalau sudah ada SK pasti segera kita sampaikan ke DPD PKS Kota Kendari,” ujar Plt Ketua DPW PKS Sultra Yaudu Salam Ajo belum lama ini.

Pada Jumat 13 Desember kemarin, Adi Jaya Putra mendatangi kantor DPW PKS Sultra dengan didampingi salah satu pengurus DPP PKS. Kedatangannya untuk menerima langsung SK,

SK tersebut diberikan langsung Yaudu Salam Ajo didampingi Sekretaris PKS Sultra La Pili dengan diterima langsung Adi Jaya Putra disaksikan oleh salah satu pengurus DPP PKS.

“Kita baru terima tadi SK-nya dan langsung kita berikan sekarang sesuai aturan administrasi dan hari ini secara resmi PKS mendorong Adi Jaya Putra calon wakil wali kota,” kata Yaudu Salam Ajo.

Pertimbangan DPP mengusulkan Adi Jaya Putra sebagai calon wakil wali kota, mantan anggota DPRD Sultra ini menjelaskan, Adi Jaya telah melewati beberapa mekanisme mulai dari DPD hingga DPW, komunikasi Adi Jaya dianggap bisa membangun dan sejalan dengan partai.

Kemudian AJP dinilai mampu mendampingi Sulkarnain Kadir dalam menjalankan pemerintahan di Kota Kendari, Adi Jaya mempunyai komitmen, dan Adi Jaya dinilai memiliki kedekatan dengan masyarakat.

“InsyaAllah, Ini merupakan pilihan yang terbaik PKS untuk masyarakat. AJP dinilai mampu bersama Wali Kota Kendari,” jelasnya.

Kemudian, kata Yaudu, SK tersebut akan diteruskan ke DPD untuk dilakukan proses selanjutnya dengan melakukan komunikasi diinternal bersama partai koalisi lainnya.

“Kita minta DPP untuk menyurat ke DPD agar segera melanjutkan proses ini secepatnya, supaya pemilihan wakil wali kota bisa diselesaikan secepatnya,” tutupnya.

Sementara itu, Adi Jaya Putra (AJP) mengaku, untuk mendapatkan SK calon wakil wali kota dari PKS tidaklah muda, karena banyak rintangan yang harus dilalui. Memang proses ini tidak mudah diawali dengan mendaftar, melakukan tes and prpper test bersaing dengan teman-teman yang lain.

“Tidak mudah mendapatkan SK ini, karena saya harus bersaing dengan yang lain, tapi dengan keyakinan saya bisa mendapatkan SK wakil wali kota dari PKS,” ungkapnya.

Sebelum mendapatkan SK, Adi Jaya mengaku sering ke DPP PKS untuk mendapatkan jawaban pasti, siapa yan diantara tiga nama diususlkan akan maju berarung pemilihan wakil wali kota.

“Perjalanan saya panjang untuk mendapatkan SK ini, tentu banyak polemik dan itu tidak mudah untuk dilalui. Tapi dengan keyakinan dan niat saya perjuangan tidak mengkhianati hasil,” ungkapnya.

Kader Partai Golkar ini mengungkapkan, sebenarnya perjuangan untuk mendapatkan SK ini bukan masalah jabatan, tapi tentang pengabdian kepada masyarakat untuk kemajuan Kota Kendari.

“Untuk apa kita mau perjuangkan jabatan tinggal dua tahun lebih. Kalu memang kita kejar jabatan mending saya tunggu saya pilkada kedepan yang jabatan lima tahun, tapi ini soal pengabdian kita kepada masyarakat,” jelasnya.

Lanjutnya, apa yang dipituskan PKS ini betul-betul menciptakan pemimpin yang amanah dan bermanfaat untuk Kota Kendari. Mudah-mudahan yang dikeluarkan ini menjadi beban kepada masyarakat.

“Apa yang dijalani saat ini saya minta doa dan restu supaya kepemimpinan di Kota ini bisa amanan dengan adanya wakil wali kota,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...