Dharma Wanita Persatuan FKIP UHO Latihan Jadi MC

Dharma Wanita Persatuan FKIP UHO menggelar pelatihan master of ceremony. (Istimewa)

Kendari, Inilahsultra.com – Puluhan Dharma Wanita Persatuan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari mengikuti pelatihan master of ceremony (MC), Jumat 27 Desember 2019.

Kegiatan yang digelar di Aula FKIP UHO Kendari ini turut menghadirkan pemateri Irianto Ibrahim yang juga dosen di fakultas tersebut.

Ketua Dharma Wanita Persatuan FKIP UHO Dr Darnawati MPd menyebut, tujuan digelar kegiatan ini untuk mengembangkan kompetensi Dharma Wanita FKIP dalam kegiatan fakultas.

-Advertisement-

“Sehingga, jika ada kegiatan di fakultas tidak perlu mengundang MC dari luar,” katanya.

Menurutnya, jika Dharma Wanita FKIP sudah bisa menjadi MC, maka tidak menutup kemungkinan mereka berperan penuh mengambil alih kegiatan.

Suasana pelatihan berlangsung cair. Di sela materi yang disampaikan, Irianto Ibrahim sesekali memberikan kesempatan kepada Dharma Wanita Persatuan FKIP UHO untuk bertanya.

Kebanyakan ibu-ibu ini mengaku tidak percaya diri dan canggung tampil di depan publik.

Ketidakpercayaan diri ini didasari karena kurangnya kosa kata yang diketahui termasuk soal gestur saat berbicara.

Menurut Irianto Ibrahim, rasa canggung dan takut salah membuat seseorang tidak bisa memperlihatkan kemampuannya.

“Jangan membebani diri yang akhirnya bisa grogi dan tidak luwes,” kata Irianto.

Irianto Ibrahim saat membawakan materi pelatihan MC yang digelar Dharma Wanita Persatuan FKIP UHO Kendari. (Istimewa)

Ia menyebut, dalam sebuah acara, peran MC sangat dibutuhkan untuk mengatur mengantar dan menata suasana baik formal maupun informal.

“Kalau tidak ada MC bisa kacau juga sebuah acara,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa MC adalah manager sebuah kegiatan agar bisa berjalan baik.

Namun patut didukung dengan kemampuan MC dalam hal wawasan terkait kegiatan yang dipandunya.

“Untuk itu, kemampuan MC harus bisa menyesuaikan dengan suatu acara. MC juga harus tampak feksibel dan tidak kaku,” jelasnya.

Mengenai penguasaan kosa kata juga tak kalah pentingnya menurut pria yang akrab disapa Anto ini. Suasana kegiatan bisa hidup dengan ragam kata yang diutarakan oleh MC.

“Kuncinya banyak kata-kata. Pembicara yang baik berawal dari pendengar yang baik. Penulis yang baik berawal dari pembaca yang baik,” katanya.

Penulis : Pandi

Koreksi pembaca : Sebelumnya ditulis ibu Dharma Wanita. Harusnya, cukup ditulis Dharma Wanita. Terimakasih atas koreksinya. 

Facebook Comments