
Laworo, Inilahsultra.com – Diduga karena memasang baliho Bupati Muna Barat, LM Rajiun Tumada, material pembangunan MCK untuk warga di Desa Rangka Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna ditarik oleh oknum Plt Kepala Desa, Zainal.
Baliho Rajiun memang terpampang jelas di pelataran halaman rumah La Ode Andi Gu.
Sebelumnya, Andi Gu mendapatkan bantuan 1 unit WC dari anggaran Dana Desa. Namun, bantuan yang didapat itu ditarik kembali oleh pelaksana Kades rangka karena memasang baliho Rajiun.
LD Andi Gu mengatakan, bantuan WC yang didapat itu bahan materialnya sudah diturunkan dan sebagian galian dan dasar fondasinya sudah dibuat.
Namun, karena hanya memasang baliho Rajiun, sehingga pelaksana Kades Rangka menyuruh sopir angkutan umum untuk mengangkut kembali bahan material yang sudah ada.
“Kejadiannya sudah satu minggu yang lalu. Tidak tahu menahu langsung datang mengambil bahan material. Batu bata, pasir, batu gunung diangkut semua. Katanya batal di sini. Sopir mobil yang datang ambil disuruh sama pelaksana karena hanya persoalan pasang baliho,” kata Andi saat jurnalis Inilahsultra.com ditemui di rumahnya, Minggu 29 Desember 2019.

Kata Andi, bantuan WC itu langsung dialihkan ke orang lain yang diduga dekat dengan pelaksana kades.
Padahal menurutnya, sebanyak 30 unit bantuan itu, sebelumnya sudah dimusyawarahkan melalui rapat di desa.
“Jelas saya kecewa sekali. Masa kita sudah buat terus diambil kembali dan dikasi keorang-orangnya. Padahal masih banyak yang lebih layak dapat. Nah biar ketua BPD yang juga PNS dua-duanya suami istri dikasi dapat,” jelasnya.
Warga lainnya, Adi, juga sangat menyayangkan tindakan pelaksana Kepala Desa Rangka.
Menurutnya, tindakan itu tidak memberikan contoh yang baik buat masyarakat setempat.
“Masa hanya persoalan pasang baliho terus bantuan WC yang didapat La Andi ditarik kembali. Kita masyarakat di sini sangat tidak terima. Jelas-jelas itu bantuan sudah dirapatkan sebelumya,” katanya.
Adi juga membenarkan, batalnya bantuan itu akibat pemasangan baliho milik Rajiun.
“Kok bantuan dari pusat untuk rakyat dan ini anggaranya jelas bahwa ini anggaran dana desa. Masyarakat miskin berhak untuk itu. nah sudah jelas-jelas hal ini sudah menyalahi aturan. Masa bantuan negara dikait-kaitkan dengan politik. Sungguh miris,” kesalnya
Saat hendak ingin dikonfirmasi, Pelaksana Kepala Desa Rangka, Zainal belum memberikan komentar. Disambangi di kantornya juga tidak ada. Dihubungi melalui sambungan telpon pribadinya tidak aktif.
Penulis : Muh Nur Alim




