Tolak Dukung AJP, La Ode Ashar Terancam PAW dari DPRD Kota Kendari

1080
 

Kendari, Inilahsultra.com – Partai Golkar mengintruksikan kepada kader yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari untuk mendukung dan memilih Adi Jaya Putra (AJP) pada pemilihan wakil wali kota.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Hikman Ballagi mengatakan, secara organisasi sudah ada petunjuk dari tingkat atas, mulai dari DPP dan DPD I ke DPD II Golkar untuk mendukung AJP di pemilihan wakil wali kota.

- Advertisement -

Hikman menyebut, Ketua DPD I Golkar Sultra Ridwan Bae telah meminta kepada Ketua DPD II Kota Kendari untuk mengintruksikan sikap partai ke AJP.

“Arahan Partai Golkar sudah jelas kepada AJP pada pemilihan wakil wali kota nanti. Pak Ridwan Bae mengintruksikan kepada saya untuk menyampaikan dukungan kepada AJP. Saya tidak berani menyampaikan kepada Fraksi Golkar kalau pak Ridwan Bae belum mengintruksikan,” ujar Hikman Ballagi, Rabu 8 Januari 2020.

Menurut Hikman, keputusan ini harus diikuti oleh seluruh kader Golkar yang duduk di DPRD Kota Kendari, dan kalau mereka melawan keputusan partai akan ada sanksi tegas.

“Siapapun yang berani melawan keputusan partai saya akan pecat. Jangan coba-coba melawan keputusan partai, kita akan pecat langsung melalui
Penggantian AntarWaktu (PAW),” tegasnya.

“Saya jamin itu. Saya akan urus proses PAW kalau betul-betul 5 anggota dewan di DPRD Kota Kendari yang berani melawan keputusan partai,” tambahnya.

Terkait pernyataan La Ode Ashar tidak akan ikut arahan DPD II Golkar untuk mendukung AJP, Hikman mengatakan, La Ode Asgar tidak paham organisasi.

“La Ode Ashar tidak punya etika dan tidak mengakui Ketua DPD II Hikman Ballagi berbicara seperti itu. Jangan membawa-bawa kepentingan pribadi. Seharusnya selaku kader beliau paham organisasi kepartaian,” jelasnya.

“Dia punya kewenangan ada di bawah saya, dia tidak punya hak untuk mempertanyakan itu. Yang punya hak itu ketua DPD II Golkar,” jelasnya.

Lanjut Hikman, La Ode Ashar bukan kader Golkar terlihat dari sikapnya karena tidak mematuhi keputusan partai dan tidak ikut dalam rapat-rapat partai di tingkat DPD II.

“Selama menjadi anggota DPRD selalu membawa aspirasi pribadi bukan aspirasi Golkar. Selama ini saya hanya diam-diamkan itu beliau, dan selama rapat tidak hadir dengan alasan sibuk di DPRD,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Bappilu DPD Golkar Kota Kendari Lodewijk Sonaru menyebut, partai memiliki hirarki kepengurusan.

“Dari awal, siapa pun jadi caleg, harus ikuti keputusan partai. Fraksi adalah kepanjangan tangan partai, maka harus ikut hirarki partai,” tuturnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...