Kepala Syahbandar Akui Kapal Rute Kendari-Raha-Baubau Over Kapasitas

4202
 

Kendari, Inilahsultra.com – Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kendari, Letkol Marinir Benyamin Ginting mengakui kapal cepat rute Kendari, Raha dan Baubau over kapasitas pada saat berlayar.

Ia menjelaskan, dari sisi administrasi dalam rangka memberikan izin pelayaran tidak ada over kapasitas kapal. Sebab, jika over kapasitas, maka Syahbandar tidak akan mengeluarkan izin berlayaran kapal tersebut.

- Advertisement -

Ia menyebut, setiap kali Syahbandar mengeluarkan izin berlayar untuk kapal cepat sudah tercantum jumlah penumpang dalam satu kali berlayar, seperti Kapal Cepat Prisila kapasitas penumpang sebanyak 500 orang, Bahari Expres 6E kapasitasnya 400 orang dan Bahari 5E hanya mendapatkan 300 kapasitas penumpang.

“Syahbandar tidak akan pernah mengeluarkan izin kalau kapal over kapasitas. Tapi kenyataan di lapangan kita tidak bisa tutup mata over kapasitas itu tetap ada pada kapal cepat yang ada di Pelabuhan Nusantara Kendari,” kata Letkol Marinir Benyamin Ginting pada saat rapat koordinasi bersama Komisi III di DPRD Sultra,” Selasa 14 Januari 2020.

Kendala yang dihadapi di lapangan, kata dia, sulitnya mengakomodir keinginan penumpang meskipun sudah disampaikan tiket sudah habis dan sudah tidak ada tempat duduk.

“Meskipun kita sudah sampaikan sudah tidak bisa, tetapi mereka ini memaksa untuk naik di atas kapal. Bahkan penumpang nekat lompat untuk naik di atas kapal,” ujarnya.

Ia menyebut, selain melalui pintu masuk pelabuhan, ternyata ada beberapa akses atau jalur lain untuk masuk pelabuhan yang kerap dilewati para pernumpang.

“Dalam seminggu ini kami akan tertibkan mulai dari hulu sampa ke hilirnya dan kami pada umumnya tetap berusaha memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik,” ujarnya.

“Mudah-mudahan rapat koordinasi ini bisa menghasilkan rekomendasi dari DPRD kepada kami supaya penataan pelabuhan dapat dievaluasi secara menyeluruh,” tutupnya.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi III Syahrul Said mengaku, setiap penyebrangan kapal cepat pasti over kapasitas dan ini bukan lagi rahasia umum.

“Tolong itu diperhatikan karena ini terkait dengan keselamatan. Memang saat ini belum ada masalah, tapi kalau sudah ada masalah ini bisa pidana dan masuk penjara. Jadi ini yang perlu kita pikirkan,” ujarnya.

Politikus Partai NasDem ini menjelaskan, jika sudah masuk musim timur pada April sampai Agustus, over kapasitas ini perlu diperhatikan dan jangan lagi dibiarkan kapal tetap berlayar.

“Kalau over kapasitas, kalian bisa bayangkan sekitar setengah jam kita lalui itu Pulau Cempedak dengan ombaknya keras yang sangat berbahaya,” jelasnya.

“Tolong ke depan harapan saya bagaimana kita berusaha di Pelabuhan Nusantara Kendari bisa diterapkan seperti pelayanan di Pelabuhan Baubau yang tertib,” tutupnya.

Sementara itu, anggota Komisi III Abdul Salam Sahadia mengatakan, berdasarkan apa yang sudah dijelaskan tadi salah satu kapal bermuatan 419 orang, penjualan tiket ada 400, kemudian dalam sertifikat keselamatan 319

“Pada konteks ini kita melanggar semua. Syahbandar juga keliru memberikan izin pelayaran, karena sudah melanggar sertifikat keselamatan. Kapasitasnya 419 tapi dalam sertifikat keselamatan kapasitasnya 319,” ujar Abdul Salam Sahadia.

Politikus Partai Demokrat ini mengaku, andai saja Pelindo yang membangun pelabuhan membuat dan merapikan, makaseluruh penumpang diperlakukan seperti di Pelabuhan Baubau.

“Menurut saya ini pasti bisa dilakukan meskipun dari BUMN, hanya membedakan dengan Baubau ditangani langsung Kementerian Perhubungan. Tapi sama-sama penyelenggara negara,” ujarnya.

Untuk itu, mantan anggota DPRD Buton Utara ini mengingatkan, DPRD secara kelembagaan akan membantu Syahbandar Kendari untuk memastikan, kalau dibolehkan dalam regulasi untuk membangun seperti Pelabuhan Baubau, maka Pelindo harus dilibatkan.

“Inilah salah satu rekomendasi yang kita punya. Pada dalam melakukan rapat koordinasi kita saling memberikan penguatan semata-mata untuk masyarakat,” tutupnya.

Untuk diketahui, rapat koordinasi dipimpin langsung Ketua Komisi III Suwandi Andi dan beberapa anggota dewan Abdul Salam Sahadia, Sudirman, Akasan Jaya Putra (AJP), La Ode Tariala dan Syahrul Said.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...