Dinkes Sultra Pastikan Warga Kendari yang Baru dari Korea Negatif Suspect Corona

862
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara memastikan warga Kendari yang baru pulang dari Korea Selatan (Korsel) negatif suspect corona.

Warga Kendari berinisial MW (22) itu diketahui masih dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Bahteramas Kendari sejak Minggu 1 Februari 2020.

- Advertisement -

“Namun kondisinya sudah membaik. Jadi, dipastikan bahwa negatif suspect corona,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra Andi Hasnah, Selasa 4 Februari 2020.

Meski demikian, pihaknya belum menerima hasil laboratorium terkait penyakit pasien. Andi Hasnah mengaku uji lab akan keluar dalam empat hari ke depan.

Ia menjelaskan, sesuai dengan kesiapsiagaan menghadapi infeksi novel corona virus, yang diawasi adalah mempunyai gejala demam atau riwayat penyakit batuk, pilek, nyeri tenggorokkan, pneumonia berat berdasarkan gejala klinis dan atau gambaran radiologis.

Kedua, mempunyai faktor risiko, riwayat perjalanan ke China atau wilayah negara yang terjangkit dalam 14 hari sebelum timbul gejala. Kemudian, memiliki riwayat paparan salah satu atau lebih, riwayat kontak dengan kasus konfirmasi 2019-nCoV atau bekerja/mengunjungi fasilltas kesehatan yang berhubungan dengan pasien konfirmasl 2019-nCoV di China atau wilayah terjangkit.

Kemudian, memiliki riwayat kontak dengan hewan penular (jika hewan penular sudah taridentifikasi). Lalu, memiliki demam di atas 38 atau ada riwayat demam.

“MemiIiki riwayat perjalanan ke Wuhan atau kontak dengan orang yang memiliki riwayat perjaIanan ke Wuhan (ada hubungan epidemiologi),” bebernya.

Berdasarkan laporan dari Rumah Sakit Bahteramas pada 2 Februari 2020 terdapat pasien masuk melalul UGD pada pukul 15.00 Wita, dengan gejala panas 39 derajat, batuk, pilek, lesu, sakit kepala dan mual kemudian pasian ditempatkan di ruang isolasi den telah diberikan tatalaksana pengobatan penyakit infeksi.

Andi Hasnah menyebut, pada 3 Februari 2020, pihaknya melakukan investigasi ke ruang isolasi Rumah Sakit Bahteramas dan rapat dengan tim komite media diperoleh informasi bahwa pasien tersebut tidak ada riwayat perjalanan ke negara terjangkit China, Wuhan.

“Tidak ada kontak dengan orang dari Wuhan China,” tegasnya.

Ia mengaku, pasien tersebut merupakan pelaku perjalanan dari Korea Selatan bersama 38 orang rombongan, 8 orang dari Kendari, 28 orang dari Makassar dan 2 orang dari Jakarta.

Berangkat dari Kendari ke Jakarta pada 23 Januari 2020. Kemudian dari Jakarta ke Korea Selatan pada 24 Januari dan kembali di Kendari pada 27 Januari 2020.

Sebelum berangkat ke Korea pasien daIam keadaan batuk. Pada 1 Februari, sempat berobat ke Puskemas Poasia dengan keluhan demam, sakit kepala.

Karena tidak ada perubahan maka keluarga pasien membawa ke RSU Bahtremas pada 2 Februari 2020.

Kondisi pasien saat ini sudah membaik setelah mendapatkan pengobatan dan tatalaksana di Rumah Sakit Bahteramas.

“Saat ini belum ditemukan penderita nCoV di Provinsi Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

Penulis : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...