125 Kepala Desa Terpilih di Kabupaten Konawe Segera Dilantik

1436
Keni Yuga Permana.
Bacakan

Unaaha, Inilahsultra.com– Sebanyak 125 kepala desa terpilih pada Pilkades 2019 lalu, mengikuti rapat koordinasi dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Konawe, Selasa, 5 Februari 2020.

-Advertisements-

Rapat itu dalam rangka membahas persiapan pelantikan yang direncanakan bakal digelar 10 Februari 2020 mendatang, bertempat di lapangan Kantor Bupati Konawe.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Konawe, Keni Yuga Permana menjelaskan, jadwal tersebut bisa dipastikan tetap, atau mundur dari ketentuan. Sebab, pihaknya mengikuti arahan dari pimpinan dalam hal ini Bupati Konawe.

“Ada dua kemungkinan penempatan tempat pelantikan, pertama di pelataran Kantor Bupati Konawe, kalau tidak hujan. Kedua di Aula Wekoila,” katanya.

Untuk para kepala desa terpilih, tambah Keni agar menyiapkan atribut pelantikan terutama pakaian serba putih dan istri kepala desa memakai baju PKK yang sudah ditetapkan. Tujuannya agar pelantikan berjalan dengan lancar dan persiapan telah dimatangkan dari kepala desa yang akan dilantik.

Dalam kesempatan tersebut, ratusan kepala desa yang rencananya akan dilantik akan diberi pembekalan tentang tata kelola desa agar ketika memimpin terutama untuk mereka yang baru menjabat pertama kali, dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.

Materinya, terang dia tentang kepemimpinan. Bagaimana kepemimpinan seorang kepala desa, mengelola desa, pengawasan hingga masalah keuangan, dan aturan baik peraturan UU nomor 6 tahun 2015 Permendagri maupun Perda.

“Peraturan Bupati Konawe Nomor 49 Tahun 2019, yang memuat panitia pemilihan menetapkan calon terpilih dan melaporkan kepada Badan Pemusyawaratan Desa untuk ditembuskan ke camat setempat serta dilampirkan berita acara pemungutan suara paling lambat tujuh hari setelah pemungutan suara serta sebagai pegangan tata kelola pemerintahan desa,“ ungkap Keni.

Awalnya tercatat 129 desa mengikuti pemilihan kepala desa di Konawe. Namun tidak sesuai ekspetasi, Pilkades rupanya hanya diikuti 125 desa dan sisa dari empat desa masih ditunda lantaran belum memenuhi persyaratan Pilkades, di sebabkan calonnya tunggal. Diantara ke empat desa tersebut, yakni Desa Napooha, Desa Arombu Utama, Desa Langgonawe dan Desa Puuhopa.

Hal yang tidak kalah penting, lanjut Keni, yakni memperbaiki dan memahani isi aturan, komunikasi dengan masyarakat, komunikasi dengan lembaga di desa seperti BPD, Kadus, LPM, sehingga satu pemikiran dalam membangun desa.

Harus betul-betul memahami dalam tata kelola pemerintahan dan penyelengaraannya baik dalam bidang kemasyarakatan, pembangunan dan pemerintahan.

“Jadi harus benar memahami betul tugas mereka sesuai aturan, terutama kades yang baru pertama menjabat agar tidak kebingungan,“ tutup Keni Yuga Permana.

Reporter : Jusbar

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...