Askrindo Menopang Ekonomi Indonesia Kalangan Bawah

Kepala Unit Pemasaran, Febrianto Tari saat berbicara di acara forum lintas media di Wonua Monapa. (Onno)

Kendari, Inilahsultra.com – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) adalah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bergerak di bidang asuransi atau penjaminan.

Hadirnya PT Askrindo mengemban misi dalam mendukung pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

PT Askrindo berdiri sejak 6 April 1971 berdasarkan peraturan pemerintah Republik Indonesia (RI) nomor 1/1971 tanggal 11 Januari 1971.

-Advertisement-

Saat ini, PT Askrindo telah memiliki 60 kantor cabang di seluruh Indonesia, salah satunya di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Unit Pemasaran, Febrianto Tari mengatakan, selain mendukung pemberdayaan UMKM, PT Askrindo memiliki produk asuransi umum, seperti asuransi kecelakaan diri, asuransi kebakaran, asuransi tanggung gugat dan juga asuransi alat berat serta pengiriman kendaraan.

“Selain itu, kami Askrindo bergerak di bidang asuransi kredit, salah satu tertanggung kami adalah perbankan yaitu yang menyalurkan kepada masyarakat. Terkadang masyarakat kekurangan agunan untuk mengambil kredit di perbankan, jadi kami hadir sebagai tambahan agunan bagi masyarakat yang ingin mengambil kredit,” jelas Febrianto di acara kegiatan Forum Lintas Media yang digelar di Wonua Monapa, Konsel, Sabtu 14 Meret 2020.

Askrindo, kata dia, merupakan lembaga kredibel yang memiliki agunan sampai 125 persen.

Biasanya, kata dia, masyarakat memenuhi syarat agunan ke perbankan hanya 100 persen.

“Kami menjamin semua tertanggung yang mengalami kecelakaan diri maupun yang meninggal karena sakit dan sebagainya,” sambungnya.

Febrianto melanjutkan, pola pembayaran premi bukan seperti investasi.

Mereka meminta pembayaran dari tertanggung itu dengan pola pertahun dalam jangka waktu 1 tahun cuma membayar sekali saja.

“Sehingga nanti ketika misalkan meninggal dunia, kami akan memberikan 100 persen dari nilai pertanggungan dari kreditur tersebut,” tuturnya.

Ia menyebut, pada 2020 ini, Askrindo telah mampu mengumpulkan aset hingga 10 triliun.

Hadirnya PT Askrindo dalam memberi jaminan atas kesulitan warga dalam mengakses kredit di bank menjadi salah satu modal tumbuh kembangnya perekonomian bangsa dari masyarakat menengah ke bawah.

Dikutip di laman resminya, sejak pemerintah menyusun dan menetapkan REPELITA I tahun 1969, yang salah satu sasaran pokok rencana tersebut adalah pemerataan hasil-hasil pembangunan dalam bidang kesempatan berusaha, pendapatan masyarakat dan sekaligus merangsang pertumbuhan lapangan kerja.

Dalam rangka mencapai sasaran ini pemerintah mengambil langkah konkrit antara lain dengan mengembangkan usaha kecil dan menengah dengan cara mengatasi salah satu aspek usaha yang penting yaitu aspek pembiayaan.

Sejak didirikan, PT Askrindo mengemban misi dalam pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) guna menunjang pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Sesuai dengan Visi dan Misinya, PT. Askrindo (Persero) senantiasa menjalankan peran dan fungsinya sebagai Collateral Subtitution Institution, yaitu lembaga penjamin yang menjembatani kesenjangan antara UMKM yang layak namun tidak memiliki agunan cukup untuk memperoleh kredit dengan lembaga keuangan, baik perbankan maupun lembaga non bank (feasible tetapi tidak bankable).

Sejalan dengan berubahnya waktu, saat ini PT. Askrindo (Persero) memiliki empat lini usaha yaitu Asuransi Kredit Bank, Asuransi Kredit Perdagangan, Surety Bond dan Customs Bond. PT. Askrindo sejak tahun 2007 melaksanakan program pemerintah dalam rangka Inpres 6/2007 atau yang lebih dikenal sebagai penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dalam pelaksanaannya bersama dengan Askrindo memberikan penjaminan atas kredit yang disalurkan oleh enam Bank pelaksana yaitu : Bank  BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank Bukopin, Bank Syariah Mandiri dan 26 (dua puluh enam) Bank Pembangunan Daerah.

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia merupakan tulang punggung kekuatan ekonomi yang mampu memberikan kontribusi yang sangat signifikan. Menguatnya permodalan UMKM akan memberikan multiplier effects berupa tumbuhnya kegiatan usaha yang diikuti dengan terbukanya lapangan kerja serta meningkatkan nilai usaha. Terciptanya UMKM yang tangguh pada tahap berikutnya mampu memberikan kontribusi dalam menekan angka pengangguran dari kemiskinan di Indonesia.

Askrindo senantiasa mengembangkan sayap usahanya untuk memberikan layanan yang prima, dengan didukung oleh Kantor Cabang dan Kantor Unit Pelayanan berjumlah 60 Kantor yang tersebar di 30 Provinsi seluruh Indonesia.

Penulis : Onno

Facebook Comments