The La Malonda Institute Berbagi Sembako bagi Warga di Rumah Saja

1475
 

Kendari, Inilahsultra.com – Wabah virus corona yang melanda dunia, tak terkecuali di Kota Kendari Sulawesi Tenggara, membuat warga harus menetap di rumah.

Kata menetap di rumah saja merupakan salah satu imbauan pemerintah untuk menghindari penularan virus mematikan itu.

- Advertisement -

Terhadap warga yang memilih menetap di rumah saja, The La Malonda Institute membuat terbosan sosial berupa pembagian kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako). Kegiatan kemanusiaan ini dimulai, Kamis 26 Maret 2020.

Founder The La Malonda Institute Irianto Ibrahim dalam status Facebooknya mengatakan, kegiatan ini berawal dari usulan jurnalis bencana di Indonesia Ahmad Arif tentang pentingnya gerakan donasi bagi warga yang memilih di rumah saja di tengah pandemi virus corona.

Di tengah wabah, tekanan kebutuhan kian mendesak bagi para pekerja informal, maka The La Malonda Institute berinisiatif merealisasikannya dalam bentuk Gerakan Kendari Berbagi.

Logistik yang dibagikan diantaranya bahan makanan berupa beras, telur, indomie dan ikan kaleng.

Sasaran yang akan diberikan bantuan adalah para mahasiswa yang memilih tidak pulang kampung, pekerja informal dan tetangga.

“Di kebun kelor halaman belakang ruang diskusi The La Malonda Institute, kami masing-masing bersiap dengan catatan, mencoba merumuskan gagasan dan membuat mapping, serta membuat pola kerja agar mewujud dalam kerja nyata,” kata Irianto Ibrahim.

Pria yang akrab disapa Anto ini menyebut, tim telah dibagi dan meniliki tugas masing-masing.

Tim penggagasnya, diantaranya Kahar, Riqar, Ririn dan pastinya Anto.

Selain itu, mereka juga melibatkan komunitas lain yang bersedia menjadi kurir pengiriman paket. Diantaranya, Ramadoni, Ridwan Wanderer, Ishak Padaidi, dan kawan-kawan lain.

“Intinya, bantuan ini diantar langsung ke penerima,” jelasnya.

Demi keamanan kurir terhadap infeksi virus, Anto turut meminta bantuan masker dan kos tangan dari rekannya, Jazuli.

“Alhamdulillah sambutan hangat Jazuli dan istrinya membuat kami makin bersemangat.

Dengan modal awal patungan ala kadarnya, mereka kemudian memutuskan memulai pembagian sembako esok harinya, Kamis 26 Maret 2020.

Setelah logistik yang dibeli telah siap, selanjutnya dilakukan pengepakkan dan supla ke warga yang telah memesan lewat pesan whatsapp maupun inboks.

“Agil, Ramadoni, Ramadan, dan Iwon sudah bersiap mengepak. Segalanya berjalan sesuai rencana. Kecuali satu, Kahar kewalahan mencatat nama dan alamat sasaran bantuan,” bebernya.

Meskipun semua berjalan sesuai rencana, tidak berarti dalam proses tak ada kendala. Pihaknya menerima bertubi-tubi WA dan telepon mempertanyakan apakah ini hoaks atau benaran.

“Kami merespon dengan hati-hati bahwa kami bersungguh-sungguh dan Insya-Allah dengan niat baik,” jelasnya.

Sesudah urusan pengepakan, kurir masing-masing mengambil bagian untuk ke alamat tujuan sesuai daftar yang telah tercatat. Masing-masing memegang catatan alamat penerima. Pengantaran dimulai tepat setelah salat Ashar.

“Dan alhamdulillah 50 paket terdistribusi tepat sebelum salat Isya. Rasanya saya ingin menangis melihat kesungguhan Ishak, dkk yang bolak balik mengambil bungkusan yang tidak seberapa ini untuk didistribusikan,” imbuhnya.

Lebih mengharukan lagi, lanjut doktor jebolan Universitas Indonesia ini, beberapa teman menelepon menanyakan nomor rekening dan alamat The La Malonda Institute.

“Betapa girang hati kami. Seperti di awal pertemuan, kami percaya ada banyak sekali orang baik di sekitar kita. Para dermawan ini mengirim bantuan di rekening dan bahkan ada yang datang mengantar langsung kepada saya,” katanya.

Ia berharap semoga wabah ini lekas selesai agar segera pulih dari keadaan mencekam ini.

“Dan yang paling pokok, semoga empati dan simpati kita terhadap sesama tetap terjaga dalam jiwa dan sanubari kita. InsyaAllah, atas izinNya, semoga besok kita masih diberi karunia umur dan kesehatan agar bisa kita berbagi lagi. Semoga kemanusiaan kita terus terjaga. Mari saling menumbuhkan,” pungkasnya.

Penulis : Nur Kasri
Editor : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2
Komentar
loading...