Pembagian BLT di Muna Diduga Bermasalah, Keluarga Plt Kades Ikut Dapat

2014
 

Raha, Inilahsultra.com – Warga Desa Rangka, Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna memprotes pembagian bantuan langsung tunai (BLT) yang diduga bermasalah.

Salah satu yang disoalkan warga Desa Rangka adalah soal pembagian bantuan langsung tunai (BLT) yang tidak tepat sasaran.

- Advertisement -

Padahal, bantuan dari anggaran dana desa diperuntukan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 dan belum menerima bantuan lain.

Warga Desa Rangka, Aldi, mengatakan, Kepala Desa Rangka, Zainal tebang pilih untuk mendapatkan bantuan.

Ia menyebut, ada beberapa warga yang belum berkeluarga malah mendapatkan bantuan itu.

“Pembagian BLT di desa rangka menyalahi prosedur karena ada yang belum menikah tetapi mendapat BLT. Disinyalir karena masih hubungan keluarga dengan Plt Kades Rangka dalam hal ini sepupu sekali,” kata Aldi saat ditemui di Desa Rangka, Kamis 28 Mei 2020.

Ia mengaku, dirinya sudah menanyakan itu langsung kepada penerima bantuan dan perangkat Desa Rangka. Namun pemdes terkesan menutupi.

“Sepengetahuan juga masyarakat, penerima BLT ini belum pernah menikah dan masih tinggal bersama orang tuanya,” jelasnya.

Ia menyebut, ada beberapa warga yang tak menerima BLT dengan status yang sama dengan keluarga Plt kades.

“Saya sudah konfirmasi. Ternyata penerima BLT itu memiliki KK tapi belum berkeluarga. Padahal yang saya tahu KK terbit kecuali sudah menikah. Apakah KK palsu atau terbit cuma karena BLT, sepertinya ada pemalsuan dokumen,” duga Aldi.

Sementara Plt Kades Rangka, Zainal saat dihubungi mengaku tidak tahu menahu ada beberapa warganya yang belum menikah namun sudah menerima BLT.

Zainal mengaku, soal siapa yang mendapatkan BLT itu pendataanya semua sudah diserahkan kepada perangkat desa termasuk BPD dan gugus tugas penanganan covid-19 yang sudah dibentuk di desa.

“Kalau soal pemalsuan dokumen saya pikir tidak ada. Kita kerja di desa tentang hubungannya dengan BLT itu bukan hanya pemerintah desa yang terlibat. Karena di situ ada namanya dibentuk gugus tugas Covid-19,” katanya.

Kata dia, acuan penerima BLT itu sudah berdasarkan surat edaran kementrian. Salah satu syarat untuk mendapatkan bantuan itu harus terdaftar di kartu keluarga.

“Jadi kemarin itu aturan main yang kita pakai untuk penyaluran bantuan tersebut itu berdasarkan kesepakatan gugus tugas. Dalam hal ini semua anggota gugus tugas sudah melakukan rapat-rapat kemarin. Jadi kami melakukan pendataan itu berbasis kartu keluarga,” jelasnya.

Diketahui, dari 424 KK di Desa Rangka, yang mendapatkan BLT sesuai didata sebanyak 80 KK. dan semua sudah tersalurkan langsung dua bulan yakni April dan Mei dengan besar anggaran 1 KK sebanyak Rp 1,2 juta.

Penulis : Muh Nur Alim

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...