Tolak TKA China, 14 BEM se-Sultra Akan Duduki Bandara Halu Oleo Kendari

3200
 

Kendari, Inilahsultra.com Sebanyak 14 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari masing-masing universitas di Sulawesi Tenggara sepakat menolak kedatangan 500 tenaga jerja asing (TKA) asal China.

Berdasarkan kesepakatan itu, mereka akan menggelar demo dan menduduki Bandar Udara Halu Oleo Kendari 23 Juni 2020 nanti.

- Advertisement -

Ke 14 BEM itu diantaranya, BEM Universitas Halu Oleo (UHO), Universitas Sulawesi Tenggara (Unisultra), Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) dan Universitas Lakidende (Unilaki).

Adi Maliano perwakilan dari 14 BEM se-Sultra itu menyatakan, penolakan terhadap rencana masuknya ratusan pekerja asal Tiongkok itu didasari pertimbangan sembilan hal dan disepakati bersama pada Sabtu 20 Juni 2020.

Adi membeberkan, pertimbangan dimaksud di antaranya masuknya TKA asal negeri tirai bambu ke Sultra bertentangan dengan status Bumi Anoa ini yang masih darurat pandemi corona.

“Saat ini, Sultra masih kategori daerah rawan bencana virus corona. Jadi kedatangan TKA China bertentangan dengan status pandemi corona di Sultra,” kata Adi Maliano.

Selain itu, penolakan TKA ini terkait adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) butuh lokal sementara TKA China diberi kesempatan untuk bekerja.

Selanjutnya, syarat administrasi terhadap 500 TKA ini perlu dipertanyakan. Sebab, berkaca pada kedatangan 49 TKA sebelumnya, mereka menggunakan visa wisata atau visa kunjungan. Hal itu terkonfirmasi berdasarkan pertemuan DPRD dan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tenggara.

“49 TKA kemarin menggunakan visa jalan-jalan, buka visa kerja. Ini seharusnya sudah menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk memperbaiki kebijakannya,” kata Adi.

Dalam perkara mendatangkan TKA China, Adi menilai pemerintah tidak konsisten. Harusnya, kata dia, pemerintah lebih dulu melakukan evaluasi terhadap urgensi mendatangkan TKA ini.

Sebagai bentuk komitmen ketegasan menolak TKA China, mereka akan melakukan aksi demonstrasi dengan menduduki Bandara Halu Oleo.

Aksi itu bisa urung digelar jika Ali Mazi bersedia menarik kembali pernyataannya dan menolak kedatangan TKA China.

“Kalau tetap dipaksakan, kita tetap aksi. Mungkin kita akan bergerak ke bandara. Kita masih diskusikan bagaimana langkah-langkah yang kita lakukan. Kita masih menunggu respon pemerintah sampai besok (Senin 22 Juni 2020),” tekannya.

Ketua BEM Universitas Halu Oleo ini mengaku, sudah bertemu Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh terhadap sikap mereka itu.

“Respon DPRD berpegang pada penggunaan visa tapi tetap menolak. Kita menolak sama-sama dengan persyaratan-persyaratan itu dipenuhi. Kalau tidak dipenuhi, di Bandara langsung kita suruh pulang saja. Terserah, kita mau bentrok, mau apa, sudah begitu mi. Ini kan negaranya kita,” tegasnya.

Sebelumnya, Kapolda Sultra Irjen Pol Merdisyam siap mengawal setiap kebijakan pemerintah pusat termasuk kedatangan TKA asal China.

Sementara Gubernur Sultra Ali Mazi memberikan izin kepada ratusan TKA itu masuk di Sultra. Keputusan ini diambil sesaat setelah ia bersama Bupati Konawe menggelar rapat lewat video conference bersama Menteri Luhut Binsar Panjaitan dan dilanjutkan dengan rapat sesama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Menurut Ali Mazi, kedatangan TKA China ini sudah memenuhi syarat yang diatur oleh undang-undang.

Ia juga menyebut, para TKA ini akan mematuhi protokol kesehatan sebagaimana yang dianjurkan pemerintah dan WHO.

Menurut Ali Mazi, kedatangan 500 TKA ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bumi Anoa setelah terpuruk akibat wabah virus corona.

Dengan hadirnya TKA ini, akan turut menambah jumlah pekerja lokal yang akan mengadu nasib di perusahaan asal Tiongkok itu.

Sebanyak 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China akan didatangkan ke Sulawesi Tenggara sebanyak tiga gelombang.

Gelombang pertama akan tiba pada 23 Juni 2020 dengan total 152 orang TKA ditambah 4 tenaga medis dari Indonesia.

Pada gelombang pertama ini akan terbang dari Guangzhou China ke Malaysia. Kemudian, akan masuk ke Indonesia melalui Manado pada 22 Juni dan terbang ke Kendari pada 23 Juni 2020 melalui Bandar Udara Halu Oleo Kendari.

“Informasinya begitu. Dari China, ke Malaysia, terus ke Manado dan Kendari,” kata Eksternal Affairs Manager PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) Indrayanto ditemui di Kendari, Kamis 18 Juni 2020.

Indra menyebut, seluruh TKA yang didatangkan ini merupakan tenaga ahli yang akan mengerjakan pembangunan 33 tungku smelter di PT VDNI.

Mereka akan bekerja selama enam bulan sesuai masa kontraknya dan kemudian akan kembali ke negara asalnya.

Sementara itu, Human Resources Development (HRD) Manager PT VDNI, Ahmad Saekuzen mengklaim, seluruh TKA yang akan didatangkan secara bertahap nanti sudah memenuhi syarat.

“Kedatangan 500 TKA ini sesuai aturan hukum dan prosedur yang ada di negara kita,” jelasnya.

Ia menyebut, 500 TKA ini menggunakan visa kerja bukan visa kunjungan seperti yang diberitakan selama ini. Visa kerja dimaksud adalah visa 312 bukan visa 211 atau visa kunjungan.

Ia juga menyebut, TKA yang datang ini adalah tenaga ahli di bidangnya. Hanya saja, Ahmad tidak menyebut keahlian bidang apa yang dimaksud.

Penulis : Onno
Editor : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...