Kepala Imigrasi Kendari Tolak Bertemu Wartawan soal Kedatangan TKA China Gelombang Kedua

720
Demo mahasiswa di Kantor Imigrasi Kelas IA Kendari. (Onno)
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com Kepala Imigrasi Kelas IA Kendari Hajar Aswad menolak bertemu wartawan terkait rencana kedatangan tenaga kerja asing (TKA) China gelombang kedua termasuk soal aksi ricuh di kantornya, Senin 29 Juni 2020.

-Advertisements-

Pagi hingga siang tadi, Kantor Imigrasi Klas 1A Kendari dipadati massa aksi dari Aliansi Persatuan Pemuda Mahasiswa Sulawesi Tenggara Bergerak (PPMSB).

Massa aksi meminta kepada Kepala Imigrasi Kendari, Hajar Aswad untuk menemui massa aksi. Massa sempat melakukan pembakaran ban bekas dan membawa keranda mayat serta melakukan shalat jenazah didepan barisan polisi.

Kemudian massa aksi membakar keranda mayat dan berusaha menerobos masuk ke dalam kantor Imigrasi. Namun polisi berusaha menenangkan massa. Tak lama kemudian, massa semakin bringas dengan merusak pagar besi kantor Imigrasi.

Selang beberapa jam kemudian, Kepala Imigrasi Klas 1A Kendari datang menemui massa aksi. Namun pernyataan Kepala Imigrasi tidak diterima oleh pendemo. Bahkan, massa aksi berjanji akan melakukan demo susulan dengan jumlah massa yang lebih banyak.

Saat sejumlah awak media hendak mewawancarai soal demostrasi, Kepala Imigrasi tak ingin bertemu wartawan. Ia lebih memilih menghindar dengan alasan belum bisa menemui wartawan.

Hal itu disampaikan oleh, Kepala Seksi  Teknologi Informasi Imigrasi Kendari Lukito. Ia mengatakan, Kepala Imigrasi belum bisa menemui wartawan dengan alasan situasi belum memungkinkan.

“Saya sudah menyampaikan kepada pimpinan (Kepala Imigrasi), tapi pimpinan menyampaikan belum bisa ditemui terkait aksi-aksi ini. Intinya belum bisa menemui wartawan karena pimpinan fokus pada aksi berikutnya,” ucap Lukito di hadapan awak media.

Untuk diketahui, puluhan massa melakukan aksi unjuk rasa dengan beberapa poin tuntutan. Pertama, meminta kepala Imigrasi untuk mempertanggung jawabkan pernyataannya yang bertandatangan diatas matrei 6000 bahwa siap mengundurkan diri dari jabatannya.

Sebab, isu yang beredar bahwa kedatangan TKA China kluster ke 2 akan tiba tanggal 30 juni 2020 sehingga diduga tidak ada upaya instansi imigrasi untuk mencegah itu

Selain itu, mendesak Kepala lmigrasi untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya, karena dianggap tidak konsisten atas perbuatan yang ia lakukan.

Lalu, meminta kepala lmigrasi untuk melibatkan pendemo secara kelembagaan untuk memastikan apakah TKA China yang datang kluster pertama tersebut benar-benar tenaga ahli dan sesuai prosedur hukum serta sesuai administrasi peraturan keimigrasian.

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...