Uang BLUD Harum Kota Kendari Rp 2,8 Miliar Mengendap di Bank Sultra

420
 

Kendari, Inilahsultra.com – Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Harum Kendari memberikan kesempatan bagi pedagang kaki lima, usaha mikro kecil dan menengah, untuk mengakses permodalan melalui pinjaman kredit tanpa agunan.

Tapi, BLUD Harum di Kota Kendari diwacanakan bakal dihapus, karena kredit macet akibat banyak nasabah yang menunggak Rp1,8 miliar dan akhirnya dibekukan pada Maret 2020 kemarin.

- Advertisement -

Rencananya, BLUD ini akan digantikan oleh Perumda yang akan mengambil alih seluruh kegiatan yang berhubungan dengan BLUD.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, Sahabuddin mengatakan, rencana pergantian BLUD Harum dengan Perumda dari Pemkot Kendari alasannya kredit macet dan banyak nasabah yang menunggak.

Seharusnya, kata Sahabuddin, BLUD Harum bisa beraktivitas kembali, karena pengakuan dari pegawai di BLUD ternyata ada uang mengendap di Bank Sultra sebesar Rp 2,8 miliar.

“Tapi kita tidak bisa memaksa BKAD melakukan tindak lanjut pengaktifan kembali. Mungkin ada pemahaman lain tersendiri dari mereka yang sebenarnya kita bongkar dana BLUD ini,” kata Sahabuddin di kantornya, Selasa 21 Juli 2020.

Uang BLUD di Bank Sultra ini, kata Sahabuddin, diketahui pada saat masuk aduan pihak BLUD ke DPRD belum lama ini.

“Secara tidak langsung kita sudah ketahui ada uang BLUD tersimpan di Bank Sultra, kita akan kejar terus untuk kejelasan uang jangan sampai tidak dipergunakan lagi,” tekannya.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kendari ini meminta kejelasan Pemkot Kendari ketika BLUD sudah digantikan dengan Perumda jangan sampai uang tersebut hilang karena status BLUD sudah hilang.

“Komisi II selaku mitra pasti kita kejar terus uang BLUD di Bank Sultra. Jangan sampai tidak digunakan BLUD lantas serta merta dana itu hilang dan kita tidak ketahui,” jelasnya.

Di masa pandemi ini, kata Sahabuddin, keberadaan BLUD masih diinginkan oleh masyarakat kecil untuk modal usaha karena bunga yang ringan.

“Padahal masyarakat masih menginginkan sentuhan-sentuhan modal, tapi tidak bisa dipenuhi karena Maret 2020 kemarin BLUD sudah dibekukan,” jelasnya.

Sebelumnya, melalui Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Kendari, Fauziah A. Rachman mengatakan, pihaknya mewacanakan akan menghapus BLUD Harum dan mengubahnya menjadi Perumda.

“Pertimbangan ini kami telah rapat dengan Sekda, Dinas Perdagangan, BKPSDM dan Bagian Hukum, tentang pertimbangan kepanjangan BLUD ini. Dari pertibangan itu berencana membuat Perumda, yang akan mengambil alih kegiatan BLUD,” kata Belum lama ini.

Terkiat dana BLUD Harum di Bank Sultra, Fauziah A. Rachman megatakan, BKAD tidak ada memiliki kewenangan, karena masih ada pimpinan.

“Itu bukan kewenangan kita. Kami masih punya pimpinan dan kewenangan itu ada sama pimpinan,” singkatnya.

Sementara, Staf Administarasi BLUD Harum, Askin mengatakan, uang yang dikelola oleh BLUD sejak 2008- 2010 yang saat ini masih ada di Bank Sultra.

“Uang BLUD di Bank Sultra Rp 2,8 Miliar dan belum dikelola oleh pihak BKAD,” jelasnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...