La Bakry Tekankan Pentingnya Pengembangan Sektor Pertanian

455
 

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Forum Komunikasi Pemuda (FKP) Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara menggelar dialog yang dibingkai dalam Coffee Break, di Rumah Makan Transit, Pasarwajo, Selasa 28 Juli 2020.

Dialog bersama instansi teknis lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton tersebut membahas tentang pertanian. Tema yang dibahas yakni “Pengembangan sektor pertanian, kemana arahnya ?”.

- Advertisement -

Bupati Buton La Bakry membuka acara dihadiri sejumlah instansi terkait seperti Kepala Dinas Pertanian Dewangga, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga La Ode Zainuddin Napa, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Turut hadir Kepala Bank Sultra, Agus Saleh Hidayat serta Camat dan kelompok tani.

Ketua P-APDESI Kabupaten Buton Suharman, Ketua ABPD Buton Luwi Sutaher, sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga hadir dalam coffeebreak tersebut.

Koordinator FKP Kabupaten Buton, Muhammad Risman menuturkan Coffee Break ini mengangkat tema soal pertanian. Sebab pertanian merupakan salah satu sektor unggulan di Kabupaten Buton.

Ia menyebutkan, dalam Coffee Break tersebut menghasilkan beberapa catatan untuk ditindaklanjuti.

Pertama, Dinas Pertanian sebagai teknis lebih intens berkoordinasi dengan dinas/OPD terkait. Pasalnya, kurangnya koordinasi menjadi kendala pada sektor pertanian saat ini. Misalnya, pembebasan lahan di desa. Kadang tidak diketahui sehingga perlu koordinasi.

Kedua, pengembangan sektor pertanian membutuhkan pasar, baik dalam daerah maupun diluar. Olehnya itu Dinas Perdangangan sebagai instansi terkait bisa berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk mencari pasaran kebutuhan hasil pertanian.

Ketiga, Dinas UKM dan Koperasi. Saat ini, di Buton ada 144 usaha koperasi tapi yang aktif hanya 30 koperasi. Penyebabnya, pasaran pertanian yang tidak berjalan. Sehingga perlu koordinasi dengan OPD terkait khususnya Dinas Perdangangan.

Keempat, mengenai KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan kredit pembiayaan modal kerja khusus untuk pertanian dari perbankkan. Jika pasarannya jelas, maka Bank Sultra sebagai mitra pemerintah bisa membantu. Namun, koordinasi lintas OPD/Dinas terkait sangat diperlukan.

Kelima, Bappeda akan menjadikan hasil dialog lintas OPD tersebut untuk menyusun program kerja. Pasalnya, akhir dari semua dialog ini bisa dikatakan bergantung pada Bappeda agar mengusulkan dalam pembahasan anggaran berikutnya.

“Catatan yang dihasilkan dalam Coffee Break tersebut bisa ditindaklanjuti oleh dinas terkait agar potensi pertanian bisa memakmurkan masyarakat Kabupaten Buton kedepannya,” kata Risman.

Bupati Buton La Bakry mengatakan, sektor pertanian harus menjadi unggulan daerah. Olehnya itu, melalui kegiatan dialog ini bisa menjadi semangat antar sesama OPD dalam berkoordinasi mengembangkan sektor pertanian di bumi penghasil aspal tersebut.

La Bakry menyambut baik terselenggaranya kegiatan dialog tersebut. Ketua DPD Golkar Buton ini berharap dapat ditindaklanjuti oleh dinas/OPD teknis masing-masing.

“Kemudian setelah pertanian bisa melaksanakan lagi kegiatan lainnya seperti membahas sektor perikanan,” ucapnya.

La Bakry mengungkapkan, Kabupaten Buton termasuk salah satu daerah penghasil kelapa di Indonesia. Jika potensi itu dikelola secara maksimal tentu akan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Selain kelapa, kata dia, pala juga menjadi salah satu komoditi unggulan yang harus dikembangkan dan digenjot untuk meningkatkan Pendapatan perkapita masyarakat di Buton. Sebab harga jual di pasaran mencapai Rp 80 ribu perkilogram, lebih tinggi dibanding jambu mette.

Olehnya itu, Pemkab Buton mendorong sektor pertanian, selain perikanan dan pertambangan yang menjadi ikon daerah ini.

Masyarakat Buton, kata La Bakry, selain menekuni pekerjaan sebagai nelayan juga sebagai petani.

“Pertanian mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah pusat, dua tahun terakhir kita akan mendorong sektor pertanian karena mayoritas penduduk Buton selain nelayan juga adalah petani,” ujarnya.

Reporter: LM Arianto

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...