Bubarkan Massa Gunakan Helikopter, Ombudsman : Tidak Sesuai Protap

626
 

Kendari, Inilahsultra.com – Pengendalian massa aksi menggunakan helikopter milik polisi saat aksi ujuk rasa terkait proses penanganan kasus kematian dua mahasiswa Universitas Haluoleo, Randi-Yusuf, Sabtu 26 September 2020, dinilai tidak sesuai protap.

Hal itu dikatakan langsung oleh Ketua Ombudsman RI Sulawesi Tenggara (Sultra), Mastri Susilo. Kata dia, penggunaan helikopter dalam pengendalian massa unjuk rasa tidak sesuai dengan Perkap No 2 tahun 2009 tentang penindakan huru hara.

- Advertisement -

“Diduga polisi melakukan kesalahan prosedur, dalam pengendalian aksi unjuk rasa, Sabtu 26 September 2020,” jelas Mastri.

Terkait hal itu, Ombudsman RI Sultra akan melakukan pendalaman. Mastri bilang, akan meminta klarifikasi kepada Kapolda Sultra dan penanggung jawab lapangan saat pengendalian masa unjuk rasa.

Pantauan media ini, di tengah demonstrasi, muncul helikopter bertuliskan Polisi terbang rendah di tengah kerumunan massa aksi.

Akibatnya, angin yang ditimbulkan helikopter membuat massa berhamburan. Tak terkecuali jurnalis yang meliput. Helikopter tersebut beberapa kali Ialu Ialang di atas kerumunan massa.

Upaya polisi ini kemudian memancing reaksi dari mahasiswa. Massa beberapa kali melempar batu dan kayu ke arah aparat keamanan.

Meski sempat memanas, namun situasi kembali terkendali dan mahasiswa kembali menggelar orasi secara bergantian.

Demo tersebut, mahasiswa mendesak Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra untuk segera mundur karena dianggap gagal menuntaskan kasus tewasnya dua mahasiswa.

Kasus penembakan Randi sudah sampai di pengadilan, namun massa menduga masih ada aparat lain yang belum diperiksa dalam kasus tewasnya dua mahasiswa.

Selain itu, kasus Yusuf Kardawi juga belum diungkap oleh polisi. Padahal, sejumlah saksi dan video memperlihatkan Yusuf meninggal di depan pintu masuk Kantor Dinas Nakertrans Sultra dengan luka parah di kepala diduga akibat tembakan aparat.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...