114 Kasus Baru Virus Corona di Kota Kendari Catatkan Rekor Tertinggi

2654
 

Kendari, Inilahsultra.com – Kasus virus corona di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) kian tak terbendung. Setiap hari terjadi peningkatan jumlah orang terpapar virus corona atau positif.

Saban hari kasus positif di Kota Lulo terus mengalami peningkatan cukup signifikan. Kasus hari ini, Sabtu 26 September 2020 mencatatkan rekor baru penambahan 114 orang.

- Advertisement -

Dengan bertambahnya kasus baru ini, total keseluruhan kasus positif covid di Kota Kendari kini mencapai 1.235 kasus, pasien yang dinyatakan sembuh virus corona sebanyak 696 orang. Sementara pasien masih menjalani perawatan isolasi atau karantina di rumah sakit sebanyak 518 orang dan pasien meninggal masih tetap 22 orang

Data tersebut menunjukan di Kota Lulo saat ini darurat Virus Corona karena dibuktikan dengan data kewaspadaan Covid-19 Kota Kendari menunjukan 42 kelurahan masuk zona merah virus corona.

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus berupaya melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus corona. Seiring terus bertambahnya kasus covid, Wali Kota Kendari mengeluarkan Surat Edara Nomor : 443.1/2992/2020 tentang Pembatasan Aktivitas Masyarakat Dalam Rangka Pencegahan Resiko Penyebaran Covid-19 di Kota Kendari

Surat tersebut masyarakat dilarang melakukan aktivitas dan kegiatan di luar rumah di atas pukul 22.00 sampai 04.00 Wita kecuali untuk keperluan yang sifatnya mendesak dan penting.

Kemudian, Mall, toko, pasar modern, warung makan, warung kopi, rumah makan, cafe restoran, tempat hiburan malam, karaoke, pedagang kaki lima, lapak jajanan, lapangan futsal yang sifatnya terjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di atas pukul 22.00 Wita.

Kemudian disusul Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 47 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Dalam Perwali tersebut, seluruh masyarakat Kota Kendari diwajibkan menggunakan masker saat keluar rumah serta seluruh tempat keramaian seperti mal, pasar, dan tidak boleh buka di atas jam 10 malam.

Bagi masyarakat yang kedapatan melakukan pelanggaran dalam aturan tersebut dikenakan sanksi pembersihan sungai dan denda Rp 200 ribu

Bahkan pemerintah kota bekerjasama dengan TNI/Polri melakukan mengencarkan operasi gabungan ditempat-tempat usaha untuk menutup jam usaha jam 10 malam, dan operasi kepatuhan protokol kesehatan di siang hari.

Dengan langkah ini, pemerintah kota menilai bakal meredam angka kasus corona di Kota Kendari. Namun berlakunya aturan wali kota ini kasus Covid-19 terus meningkat bahkan Kota Kendari merupakan penyumbang terbanyak kasus corona di Bumi Anoa untuk saat ini.

Pengakuan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Rahminingrum menyebut kasus Covid-19 di Kota Kendari belum ada tanda-tanda untuk mengalami penurunan, karena tidak bisa lagi diketahui klaster covid seperti apa dan dari mana.

“Sekarang klaster kasus covid tidak bisa lagi kita ketahui dari mana klasternya, karena penularannya betul-betul ada di dalam Kota Kendari sendiri. Betul-betul sudah menjadi infeksi lokal di Kota Kendari dan kita tidak bisa lagi sebut ini kasus impor dari perjalanan atau apa,” kata Rahminingrum di Kantor DPRD Kota Kendari belum lama ini.

Rahminingrum hanya bisa berharap, kepada masyarakat harus betul-betul menerapkan protokol kesehatan secara utuh, tentunya terus
mennggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak dan tidak berkerumun harus.
Semua pihak harus mendukung langkah yang dilakukan pemerintah kota baik penerapan surat edaran dan perwali.

“Kita harus disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker ketika keluar rumah, cuci tangan ketika beraktivitas, selalu enjaga jarak satu sama lain dan kita jangan selalu berkerumun untuk menghindari terjadinya atau tertular covid,” jelasnya.

Tak terbendungnya dan terus bertambahnya kasus virus corona, membuat pemerintah kota berencana membangun ruangan isolasi pasien Covid-19, karena ruangan di rumah sakit rujukan sudah tidak bisa menampung pasien covid.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, pemerintah kota membangun ruangan isolasi yang akan menampung 40 pasien dilengkapi dengan fasilitas ruangan instalasi gawat darurat dan labolatorium.

“Ruang isolasi untuk pasien positif Covid-19 direncanakam rampung secepatnya supaya dapat digunakan dan difungsikan pada Oktober mendatang,” kata Sulkarnain Kadir belum lama ini.

Sementara Wakil Ketua Pansus DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik mengatakan, pemerintah kota harus kembali memperketat penjagaan pintu masuk di Kota Kendari, baik jalur darat
pelabuhan dan bandara. Kemudian ditambahakan dengan bukti rapid test yang masuk dalam kota.

Sebelumnya, lanjut Rajab, pemerintah kota berhasil menekan angka kasua corona dengan memperketat penjagaan perbatasan Kota Kendari dengan kabupaten lain, dan memperketat di pelabuhan dan bandara. Tapi saat ini orang keluar masuk dalam kota bebas.

“Jangan sampai kita menjaga dari dalam Kota Kendari, tapi ternyata penyakit ini dibawa dari luar daerah, kita sibuk urus di dalam kota ini, tapi penyakit ini datang terus dari luar daerah, kita dikontamisasi orang dari luar karena tidak dibatasi dan leluasannya orang masuk di Kota Kendari,” jelasnya

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari ini menyarankan pemerintah kota harus menerapkan pembatasan wilayah atau karantina kelurahan untuk mencegah virus corona.

“Pemerintah kota harus mengaktifkan Satgas Covid Kelurahan sudah dijamin BPJS-nya untuk menjaga setiap orang masuk di wilayah tersebut. Aktifkan Pos Ronda setiap kelurahan untuk berjaga-jaga, kalau yang masuk tiak ada bukti rapid testnya disuruh pulang saja,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...