Belum Diuji Sudah Diputuskan

160
 

Baubau, Inilahsultra.com – Ketua Bidang Kehormatan, Ideologi, dan Organisasi DPC PDIP Kota Baubau Rais Jaya Rachman menuding Kepala Inspektorat Kota Baubau tidak konsisten dalam menangani video viral dugaan pesta Miras salah satu oknum ASN dan anggota dewan.

Pernyataannya yang menyebut video dugaan pesta Miras itu bohong, terkesan hanya untuk melindungi oknum ASN, FN (Inisial). Padahal, video tersebut belum dibuktikan oleh lembaga yang kredibel.

- Advertisement -

Rais menambahkan, sebelumnya Inspektorat belum bisa mengambil sikap atas video viral tersebut karena masih memberikan ruang kepada FN untuk menempuh upaya hukum. Bila upaya hukum tidak dilakukan, maka video itu dianggap benar.

Parahnya, lanjut Rais, hanya berbekal keterangan beberapa pihak, Inspektorat lalu menyimpulkan video tersebut bohong.

“Ini sudah tidak konsisiten,” kata mantan Anggota DPRD Baubau ini.

Seharusnya, tambah Rais, fokus pengusutan video viral tersebut bukan pada keputusan yang akan diambil. Namun fokus pada didikan agar seorang abdi negara harus lebih bisa menjaga diri dan prilaku.

“Sehingga kebenaran video patut untuk ditemukan sesuai kewenangan Inspektorat tentunya,” tambahnya.

Menurut Rais, seandainya kejadian video viral tersebut benar, apakah Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau ingin memelihara perilaku tidak terpuji.

“Terus Inspektorat ini bukan salah satu lembaga yang bisa seenaknya memutuskan benar atau tidak konten dari video tersebut, karena itu harus dilakukan uji oleh ahli dan harusnya Inspektorat melakukan uji terhadap video tersebut pada lembaga kredibel yang punya kewenangan untuk menguji,” tuturnya.

Rais mengungkapkan, sangat lucu jika Inspektorat hanya mengambil keterangan pada pihak-pihak yang diduga terlibat didalam video tersebut dan menyimpulkan video tersebut bohong.

“Semoga saja keterangan kepala inspektorat ini tidak masuk kategori hoax,” cetusnya.

Rais mengaku, harus bersuara dalam persoalan itu. Pasalnya, salah satu yang diduga terlibat dalam video tersebut adalah kader PDIP.

Apalagi, tambah dia, PDIP saat ini masih melakukan satu tahapan lagi dalam kasus tersebut. Yakni melakukan uji forensik atas video tersebut.

“Pesan ini disampaikan langsung oleh Komarudin Watubun, Ketua DPP Bidang Kehormatan PDI Perjuangan,” ungkapnya.

Jika nantinya keputusan DPP PDIP juga keluar sebelum ada uji forensik, Rais mengaku akan bersurat langsung kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri agar keberadaan Komaruddin Watubun pada posisi Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP ikut dipertimbangkan.

“Sebab alasannya bahwa ada indikasi tidak konsisten terhadap hal yang harus dilakukan untuk mndapatkan sebuah kebenaran. Jadi pada persoalan putusannya apa, itu bukanlah masalah sebab PDIP adalah partai yang menganut asas kekeluargaan, asas gotong royong, dan asas mufakat cuma kebenaran itu harus dipastikan karena sekali lagi ini bukan persoalan keputusannya apa tapi ini persoalan mendidik kesadaran agar kita orang-orang partai ini jangan seenaknya melakukan hal-hal yang bisa merusak nama baik kita sndiri maupun nama baik partai,” tandasnya.

Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...